Sebanyak 52 peserta dari total 54 pendaftar dinyatakan lolos seleksi administrasi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Sumatera Barat periode mendatang. Tahapan awal tersebut berhasil diselesaikan secara ketat untuk menyaring figur berkualitas sebelum melaju ke tahap uji kompetensi.
"Seleksi administrasi telah selesai dilaksanakan. Dari 54 pendaftar, sebanyak 52 peserta dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dan berhak mengikuti uji kompetensi," ujar Ketua Tim Seleksi Arry Yuswandi di Padang, Minggu, 2 Agustus 2026.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePelaksanaan uji kompetensi bagi para kandidat pimpinan lembaga zakat tersebut mencakup dua komponen penilaian utama, yakni Tes Kemampuan Dasar berbasis Computer Assisted Test serta penulisan makalah strategis. Seluruh rangkaian ujian dijadwalkan bertempat di SMK Negeri 5 Padang.
Arry menegaskan bahwa seluruh rangkaian proses penjaringan diselenggarakan secara objektif dan transparan dengan berpedoman pada regulasi yang berlaku. Tim seleksi dibentuk berdasarkan Keputusan Gubernur Sumatera Barat serta merujuk pada Peraturan Menteri Agama.
Jadwal Uji Kompetensi dan Harapan Pimpinan Berkualitas
Melalui proses penyaringan ketat tersebut, pemerintah daerah berharap mampu melahirkan jajaran pimpinan BAZNAS yang berintegritas tinggi, profesional, serta cakap dalam mengelola dana keagamaan umat secara akuntabel.
Para peserta yang dinyatakan lolos tahapan administrasi diimbau segera mempersiapkan diri menghadapi ujian kompetensi lanjutan. Informasi lengkap terkait jadwal serta ketentuan teknis dapat diakses langsung melalui laman resmi Kementerian Agama.
"Kami berharap seluruh peserta mengikuti proses ini dengan sungguh-sungguh," ucap Arry menekankan pentingnya kesiapan mental dan substansial dari para kandidat.
Keberadaan pimpinan baru diharapkan mampu mendongkrak kinerja kelembagaan zakat agar semakin terpercaya serta memberikan kontribusi nyata bagi kemaslahatan masyarakat luas di Ranah Minang.