Ajang gulat profesional paling dinantikan tahun ini, AEW All In London 2026, resmi diselenggarakan di Stadion Wembley, London, Inggris, dengan menyajikan sembilan pertandingan utama yang sarat gengsi. Perhelatan akbar ini menandai kunjungan ketiga All Elite Wrestling ke stadion ikonik tersebut, setelah tahun lalu sempat menggelar acara serupa di Texas.
Pertandingan utama malam ini mempertemukan juara bertahan AEW World Championship, Kenny Omega, yang akan menghadapi penantang asal Inggris, Will Ospreay. Duel ini menjadi puncak dari persaingan panjang kedua pegulat elite dunia yang memperebutkan status sebagai yang terbaik di industri gulat profesional.
Selain duel Omega kontra Ospreay, panggung utama di Stadion Wembley juga diramaikan oleh pertaruhan gelar bergengsi lainnya, termasuk perebutan AEW Women's World Championship antara Willow Nightingale melawan Mercedes Mone. Atmosfer stadion dipastikan bergemuruh menyambut para bintang top dunia yang tampil di hadapan puluhan ribu penonton.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeRangkaian acara akbar ini dimulai sejak sore hari waktu setempat melalui sesi pra-pertandingan The Buy-In yang menyajikan laga Trios Roulette Royale. Pintu gerbang stadion dibuka untuk memanjakan para penggemar gulat dari berbagai penjuru dunia yang ingin menyaksikan sejarah baru di tanah Inggris.
Ambisi Will Ospreay Rebut Gelar di Rumah Sendiri
Will Ospreay datang ke Stadion Wembley dengan misi besar untuk mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pegulat pria Inggris pertama yang sukses merengkuh gelar juara dunia di negara sendiri. Perjalanan panjang dari skena independen Inggris hingga puncak kejayaan dunia menjadi motivasi tersendiri bagi Ospreay.
Di sisi lain, Kenny Omega tampil dengan status sebagai juara bertahan yang ingin memperkokoh warisan legendarisnya di dunia gulat profesional. Pengalaman serta kematangan taktik di atas ring menjadi senjata utama Omega untuk meredam ambisi besar dari sang penantang publik tuan rumah.
Perseteruan di antara keduanya telah terbangun melalui berbagai bentrokan sengit di masa lalu, mulai dari panggung Pro Wrestling Guerrilla di California hingga ajang kolaborasi internasional di Jepang. Setiap pertemuan selalu menghadirkan intensitas tinggi serta pertarungan fisik yang brutal dan penuh emosi.
Kini, panggung megah di Stadion Wembley menjadi saksi penentuan akhir dari rivalitas panjang tersebut. Pertemuan sarat gengsi ini diprediksi bakal menjadi salah satu laga paling ikonik dalam sejarah industri gulat profesional modern.