Remaja masa kini sering kali menggunakan istilah aura untuk mendeskripsikan tingkat kepercayaan diri atau karisma seseorang dengan cara yang santai.
Aura points sendiri merupakan konsep ala media sosial yang diadopsi oleh anak muda untuk bercanda mengenai perolehan atau pengurangan poin keren berdasarkan tindakan harian.
Banyaknya istilah baru yang tren di kalangan Gen Z dan Gen Alpha kerap membuat para orang tua penasaran dengan makna di balik bahasa gaul tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMemahami tren seperti aura points dapat membantu para orang tua untuk lebih dekat serta mengikuti perkembangan dunia remaja masa kini.
Asal Usul dan Cara Kerja Tren Aura Points
Konsep aura berakar dari budaya olahraga, terutama bola basket di platform media sosial seperti X, untuk menggambarkan kehadiran pemain yang luar biasa di lapangan.
Para remaja di TikTok kemudian mengadaptasi konsep tersebut ke dalam sistem poin hipotesis menyerupai permainan video untuk menilai situasi lucu atau canggung.
Seseorang dapat kehilangan hingga 100 poin aura jika melakukan hal memalukan seperti tersandung di depan kelas, atau mendapat tambahan poin jika sukses melakukan sesuatu.
Selain itu, muncul pula istilah auramaxxing di mana para remaja melakukan perubahan gaya hidup positif seperti berolahraga dan berpakaian unik demi meningkatkan aura mereka.