Bangkai kapal perang Royal Navy HMS Tiger akhirnya berhasil diidentifikasi di lepas pantai Isle of Wight, Selat Inggris, setelah hilang selama 118 tahun sejak tenggelam pada 1908. Penemuan ini menuntaskan misteri panjang di dunia maritim sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah Britania Raya untuk memperketat aturan perlindungan hukum terhadap bangkai kapal militer.
Terobosan tersebut terwujud berkat kerja keras riset arsip selama lima tahun yang memanfaatkan catatan sejarah guna merekonstruksi pelayaran terakhir kapal nahas itu. Peristiwa tragis pada 1908 bermula ketika latihan militer Royal Navy di Selat Inggris berujung tabrakan hebat setelah kapal memotong jalur kapal lain hingga terbelah dua dan tenggelam.
Musibah tersebut merenggut nyawa lebih dari separuh awak kapal dari total 57 orang di dalamnya, sementara kurang dari 30 orang selamat. Upaya pencarian oleh para penyelam selama beberapa dekade sebelumnya sempat menemui jalan buntu sebelum akhirnya ProjectXplore berhasil memecahkan teka-teki sejarah ini menyusul penemuan kapal penjelajah HMS Nottingham di Laut Utara pada 2025.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBagi keluarga korban dan para sejarawan, situs bangkai kapal seperti HMS Tiger bukan sekadar artefak bawah air tetapi juga tempat peristirahatan terakhir yang menyimpan barang pribadi serta bukti sejarah penting. Pemerintah Inggris menilai perlindungan ekstra sangat mendesak agar situs bersejarah tersebut tetap terjaga dari gangguan pihak tidak bertanggung jawab.
Inggris Perluas Payung Hukum Perlindungan Bangkai Militer
Pemerintah Inggris kini mempertimbangkan perluasan payung hukum untuk melindungi bangkai kapal militer masa lalu secara lebih komprehensif. Regulasi yang berlaku saat ini melalui Protection of Military Remains Act umumnya baru mencakup kapal yang tenggelam dalam rentang waktu sekitar 200 tahun terakhir.
Rancangan aturan baru melalui Armed Forces Bill akan memperluas cakupan perlindungan hingga bangkai kapal era Spanish Armada serta kapal dagang yang bertugas di bawah komando militer. Setiap situs bangkai kapal yang baru ditemukan nantinya akan langsung otomatis memperoleh status perlindungan khusus demi menjaga keutuhan sejarah.
Kebijakan tersebut melarang segala bentuk tindakan pengambilan benda atau pengrusakan situs tanpa izin resmi dari pihak berwenang. Kendati demikian, para penyelam dan masyarakat umum tetap diizinkan mengunjungi lokasi bawah air tersebut dengan menerapkan prinsip ketat melihat tanpa menyentuh.
ProjectXplore dan pihak Angkatan Laut memberikan dukungan penuh terhadap wacana penguatan regulasi tersebut demi menghormati jasa para pelaut yang gugur serta melestarikan warisan sejarah maritim dunia.