Sebagaimana diwartakan oleh RRI, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Bali baru-baru ini menerima kunjungan audiensi dari Yayasan Terbang Indonesia atau FLIGHT: Protecting Indonesia’s Birds guna memperkuat aliansi strategis dalam perlindungan satwa liar.
Berdasarkan laporan tersebut, pertemuan ini dimanfaatkan oleh kedua belah pihak untuk berbagi pengalaman sekaligus menyelaraskan langkah dalam menyelamatkan populasi burung kicau dari ancaman perdagangan ilegal di Pulau Dewata.
Direktur Eksekutif FLIGHT Marison Guciano bersama Communication Officer Fildzah Adinda memaparkan berbagai program edukasi masyarakat, termasuk sosialisasi langsung kepada para pedagang burung serta distribusi materi edukatif mengenai satwa yang dilindungi undang-undang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi sisi lain, pihak BKSDA Bali memaparkan sejumlah program konservasi unggulan yang tengah digalakkan, seperti usulan penetapan Hari Curik Bali Nasional, repatriasi Perkici Dada Merah dari Inggris, hingga pembentukan Forum Komunikasi Sobat Satwa Liar Bali.
Sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi dukungan dalam menggagalkan aksi penyelundupan burung kicau di pelabuhan penyeberangan utama, BKSDA Bali secara khusus memberikan piagam penghargaan kepada pihak FLIGHT.
"Kami memberikan penghargaan kepada Yayasan Terbang Indonesia atau FLIGHT atas dukungannya dalam upaya pelestarian satwa liar, khususnya dalam membantu penggagalan penyelundupan burung kicau di Provinsi Bali," ungkap Kepala Balai KSDA Bali Ratna Hendratmoko sebagaimana dikutip dari laporan RRI.
Ratna memaparkan bahwa hingga Agustus 2026, akumulasi burung kicau yang berhasil diselamatkan dari upaya penyelundupan di wilayah pelabuhan seperti Padang Bai dan Gilimanuk telah mencapai sekitar 14.000 ekor.
Tidak hanya itu, dalam momentum yang sama, BKSDA Bali juga menerima sertifikat penghargaan bergengsi dari International Union for Conservation of Nature Species Survival Commission Asian Songbird Trade Specialist Group (IUCN SSC ASTSG).
"Sertifikat penghargaan ini diberikan kepada Balai KSDA Bali sebagai pengakuan atas upayanya dalam melestarikan dan menyelamatkan burung kicau dari perdagangan ilegal satwa liar," jelas Marison Guciano mewakili IUCN SSC ASTSG.
Melalui sinergi lintas sektor antara pemerintah, lembaga non-pemerintah, dan masyarakat ini, BKSDA Bali optimis perlindungan ekosistem satwa liar di daerah dapat berjalan jauh lebih efektif demi kelestarian alam nusantara.