Sebagaimana diberitakan oleh Suara.com, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari memilih bungkam dan enggan memberikan tanggapan mendalam terkait pernyataan viral Budi Arie. Pernyataan kontroversial tersebut menyinggung kemungkinan terjadinya perubahan politik nasional lebih cepat dari jadwal resmi Pemilu 2029.
Potongan video Budi Arie yang sedang berbicara di samping Presiden ke-7 RI Joko Widodo mendadak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman tersebut, Budi Arie mengaku sempat membisikkan insting pribadinya kepada Jokowi mengenai potensi adanya dinamika dan pergeseran politik yang terjadi sebelum tahun 2029.
Merespons kehebohan publik itu, Qodari menilai bahwa isu tersebut sepenuhnya merupakan ranah partai politik sehingga dirinya merasa tidak memiliki kapasitas untuk berkomentar lebih jauh. "Iya, kalau yang itu kan wilayahnya sosial politik ya, biar teman-teman di partai aja yang mengomentari. Jangan saya," ujar Qodari saat ditemui di kantornya pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam video yang sama, Budi Arie juga sempat menyinggung adanya anomali sosial kemasyarakatan yang ia samakan dengan situasi menjelang masa Reformasi 1998. Ia mengingatkan para pendukungnya agar tidak terpaku pada skenario konvensional menuju 2029, seraya menyebut situasi tersebut sebagai sebuah patahan sejarah yang patut diwaspadai.