Dampak media sosial pada usia dini kini menjadi sorotan setelah penelitian terbaru menunjukkan bahwa pelajar yang membuka akun media sosial di awal masa sekolah menengah cenderung memperoleh hasil ujian yang lebih buruk dibandingkan mereka yang menundanya.
Berdasarkan studi dari University of Milano-Bicocca di Italia, siswa yang mulai aktif di media sosial pada usia 11 hingga 12 tahun mencatatkan skor lebih rendah pada tes matematika dan membaca saat menginjak usia 16 tahun.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelisih nilai tersebut setara dengan ketertinggalan waktu belajar selama kurang lebih enam bulan di sekolah, yang memperlihatkan adanya pengaruh nyata dari paparan teknologi di masa pra-remaja.
Tim peneliti telah memperhitungkan berbagai faktor eksternal lain yang berpotensi memengaruhi hasil, seperti prestasi akademik sebelumnya, struktur keluarga, hingga tingkat pendidikan orang tua.
Distraksi Smartphone dan Kebiasaan Mengecek Ponsel
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Human Behaviour ini menganalisis kebiasaan lebih dari 5.000 anak sekolah di Italia beserta nilai ujian standar mereka untuk memahami akar masalah penurunan prestasi tersebut.
Salah satu indikator utama dari kesenjangan performa ini adalah seberapa sering anak-anak memeriksa ponsel mereka sepanjang hari dan malam, yang mengindikasikan bahwa distraksi konstan menjadi pemicu utama.
Para peneliti menduga bahwa kondisi siaga secara terus-menerus terhadap dunia maya membuat para pelajar kurang fokus dalam menjalani aktivitas fisik di dunia nyata, termasuk mengerjakan pekerjaan rumah.
Menanggapi temuan ini, para ahli menyarankan pentingnya peran orang tua dan pendidik dalam membimbing anak-anak mengembangkan kebiasaan digital yang lebih sehat tanpa harus langsung menerapkan pelarangan total.