Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Dua Pelaut Filipina Tewas Akibat...
BERITA

Dua Pelaut Filipina Tewas Akibat Tanker Saudi Diserang di Hormuz

By Rudi Weslan Rifadi 2 min read 2 September 2026
Dua pelaut Filipina tewas akibat kapal tanker Saudi diserang di Selat Hormuz

Dua pelaut Filipina tewas akibat kapal tanker Saudi diserang di Selat Hormuz

Dua pelaut asal Filipina tewas setelah kapal tanker minyak berbendera Saudi Arabia, Sidr, mengalami insiden penyerangan saat melintasi Selat Hormuz pada 31 Agustus 2026.

Perusahaan pelayaran nasional Saudi Arabia, Bahri, mengonfirmasi kematian dua awak kapal tersebut dalam pernyataan resmi terkait insiden yang melibatkan kapal tanker raksasa pengangkut minyak mentah tersebut.

Perusahaan pelayaran itu sebelumnya menyatakan sedang melakukan investigasi mendalam serta menilai dampak kerusakan yang terjadi akibat insiden di jalur maritim internasional tersebut.

Firma intelijen pelayaran melaporkan kapal tanker Sidr disambar proyektil misterius sekitar 16,6 mil laut timur laut Khasab, Oman, pada Senin malam ketika sedang berlayar keluar dari Selat Hormuz.

Ancaman Keamanan di Jalur Energi Selat Hormuz

Organisasi Maritim Internasional mencatat sebanyak 70 insiden maritim terkonfirmasi serta 19 kematian pelaut di kawasan tersebut hingga 26 Agustus 2026 sebelum serangan terbaru ini terjadi.

Selat Hormuz merupakan salah satu koridor energi paling penting di dunia yang menyuplai sekitar seperlima kebutuhan pasokan minyak global sebelum konflik mengganggu jalur pelayaran.

Insiden penyerangan terhadap kapal tanker Sidr menambah daftar panjang risiko tinggi bagi pelayaran komersial yang beroperasi di sekitar kawasan perairan Selat Hormuz.

Otoritas pelayaran terus memantau situasi keamanan kawasan mengingat eskalasi konflik regional memberikan dampak langsung terhadap keselamatan para awak kapal yang bertugas.

Hingga kini, pihak perusahaan pelayaran bersama investigasi internasional masih mengumpulkan bukti terkait proyektil misterius yang menghantam kapal tanker milik Bahri tersebut.

Pemerintah berbagai negara terus mengimbau peningkatan kewaspadaan bagi seluruh armada kapal komersial yang melintasi jalur pelayaran strategis di Timur Tengah.

Topics
selat hormuz tanker minyak saudi arabia filipina bahri maritim timur tengah
Jurnalis Senior

Rudi Weslan Rifadi adalah jurnalis berpengalaman dengan dedikasi tinggi dalam menyajikan berita akurat dan mendalam. Dengan latar belakang yang kuat di bidang jurnalistik, ia telah meliput berbagai peristiwa penting dan menyajikannya dengan gaya penulisan yang tajam serta analitis.