Tren pemberian nama bayi bertema senjata api dan bernuansa agresif untuk anak laki-laki tengah menjadi sorotan tajam dari sejumlah pakar penamaan terkemuka. Sejumlah pilihan kata yang diasosiasikan dengan kekerasan kini mulai masuk dalam catatan administrasi kependudukan di berbagai wilayah.
"Ada tren kecil namun cukup mencolok dari para orang tua yang menggunakan nama terinspirasi senjata dan secara lebih luas bersifat agresif untuk anak laki-laki mereka," ujar editor-in-chief Nameberry Sophie Kihm.
Beberapa nama yang mulai populer sejak dekade 2000-an meliputi Wesson, Caliber, Shooter, hingga Trigger. Selain itu, ada pula pilihan nama seperti Blade, Cannon, serta merek senjata ternama seperti Remington, Colt, Ruger, dan Winchester yang turut dipilih oleh sebagian orang tua.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut data dari Social Security Administration, beberapa nama tersebut bahkan sempat mencapai puncaknya pada tahun-tahun tertentu, seperti Wesson yang digunakan sebanyak 306 kali pada tahun 2021 dan Mace yang tercatat 64 kali pada tahun 2022.
Penyebab Orang Tua Pilih Nama Agresif
"Sulit untuk memastikan apakah penggunaan nama-nama ini benar-benar sudah mencapai puncaknya atau justru akan semakin diminati, tetapi saya rasa tren ini belum akan berakhir dalam waktu dekat," tambah Kihm.
Berbagai faktor melatarbelakangi kemunculan tren nama bayi bernuansa agresif yang dinilai sebagian kalangan sebagai sebuah fenomena yang mengkhawatirkan. Sejumlah orang tua meyakini bahwa nama-nama bertema senjata memiliki jiwa pemberontak yang saat ini sedang digemari.
"Sejumlah orang tua meyakini nama terinspirasi senjata memiliki jiwa pemberontak yang menjadi tema populer di kalangan nama bayi tren masa kini," jelas Kihm.
Selain itu, penggunaan nama belakang sebagai nama depan serta kemiripan pelafalan dengan nama populer turut mendongkrak popularitas kategori ini. Nilai-nilai konservatif terkait maskulinitas dan pergeseran budaya turut diyakini memengaruhi keputusan pemilihan nama tersebut.
Pendiri BabyNames.com Jennifer Moss berpendapat bahwa sebagian orang tua merasa terancam dengan perubahan budaya yang lebih terbuka terhadap identitas gender. Pemberian nama yang diasosiasikan dengan kekuatan dan agresi kerap dilakukan demi menanamkan sifat tersebut pada anak laki-laki mereka.