Dunia kencan modern saat ini diwarnai oleh berbagai istilah baru untuk menilai kecocokan calon pasangan, salah satunya adalah beige flags. Jika red flags menandakan bahaya dan green flags menunjukkan tanda positif, maka beige flags merujuk pada sifat atau kebiasaan yang tergolong unik, aneh, namun tidak berbahaya.
Menurut pakar kencan Kimmy Seltzer, beige flags merupakan ciri kepribadian yang cenderung membosankan atau netral dan bukan indikator sifat yang buruk. Beberapa contoh perilaku yang sering dikategorikan sebagai beige flags meliputi berbicara pada diri sendiri, membuka 40 tab di komputer, hingga selalu memesan menu sarapan yang sama setiap hari.
Terapis pernikahan dan keluarga Giulia P. Davis menjelaskan bahwa istilah ini awalnya kerap digunakan untuk menggambarkan profil kencan yang terlalu generik di aplikasi pencarian jodoh. Seiring berjalannya waktu, istilah tersebut meluas hingga mencakup kebiasaan-kebiasaan kecil yang baru disadari setelah seseorang mulai menjalin hubungan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePara ahli berpendapat bahwa mencari beige flags secara berlebihan justru dapat mengarah pada perilaku hipervigilansi yang melelahkan. Hubungan yang sehat seharusnya dibangun di atas rasa aman secara emosional, nilai-nilai yang selaras, serta komunikasi yang konsisten, alih-alih menganggap setiap kebiasaan kecil sebagai masalah besar.
Cara Menyikapi Beige Flags pada Pasangan
Pendekatan yang sehat dalam menghadapi kebiasaan unik pasangan adalah dengan melihatnya melalui rasa ingin tahu yang ringan tanpa menghakimi. Debra Alper selaku konsultan perceraian menyebutkan bahwa menjadikan setiap kebiasaan kecil sebagai bahan analisis justru membuat seseorang seperti sedang melakukan pengawasan ketat alih-alih menikmati proses kencan.
Alih-alih berfokus pada kebiasaan sepele, pakar hubungan Debra Stangl menyarankan agar seseorang mengevaluasi bagaimana pasangan tersebut memperlakukan mereka secara keseluruhan. Pertanyaan penting yang harus dijawab adalah apakah pasangan tersebut membuat Anda merasa aman, dihormati, dihargai, serta dapat menjadi diri sendiri di hadapan mereka.
Matchmaker Ann Parnes menambahkan bahwa ketidaksempurnaan dan keunikan adalah bagian dari diri setiap manusia yang tidak bisa dihindari sepenuhnya. Batas antara kebiasaan yang bisa ditoleransi dan ketidakcocokan yang nyata sangat bergantung pada bagaimana sifat tersebut memengaruhi kualitas komunikasi serta kenyamanan dalam hubungan jangka panjang.
Pada akhirnya, penerimaan terhadap kebiasaan netral atau aneh dari pasangan menjadi salah satu ujian kedewasaan dalam merajut jalinan asmara. Selama perilaku tersebut tidak menimbulkan rasa tertekan atau merugikan secara emosional, kebiasaan-kebiasaan kecil itu sering kali berubah menjadi hal yang paling disukai dari seorang pasangan seiring berjalannya waktu.