Fitur fitness age pada perangkat jam tangan pintar kini menjadi andalan banyak pengguna untuk memantau kondisi kesehatan secara menyeluruh. Berbagai perangkat pelacak kebugaran menawarkan metrik usia kebugaran yang dapat menjadi kebanggaan tersendiri ataupun pengingat untuk hidup lebih sehat.
Berdasarkan analisis awak media, perhitungan usia kebugaran pada smartwatch umumnya berpusat pada pengukuran VO2 max atau volume maksimum oksigen yang dapat digunakan tubuh per menit. Semakin tinggi angka VO2 max, semakin baik pula kemampuan tubuh dalam menyerap oksigen saat melakukan latihan intensif.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSejumlah produsen terkemuka seperti Garmin menggunakan metrik VO2 max yang dibandingkan dengan kelompok usia sejenis. Selain itu, perangkat Garmin versi terbaru turut memperhitungkan intensitas aktivitas, detak jantung saat istirahat, hingga indeks massa tubuh atau BMI.
Penggunaan BMI dalam perhitungan kesehatan kerap memicu perdebatan karena dinilai sudah usang dalam mengukur persentase lemak tubuh secara akurat. Sementara itu, platform pelacak lain seperti Whoop menganalisis detak jantung istirahat, pola tidur, durasi latihan mingguan, serta massa tubuh tanpa lemak.
Meskipun produsen teknologi mengklaim tingkat kesalahan pengukuran berkisar antara 5 hingga 15 persen, hasil dari perangkat berbeda sering kali menunjukkan angka variatif. Tim redaksi menyarankan agar pengguna menyikapi hasil fitness age secara bijak karena angka tersebut berfungsi sebagai indikator kebugaran umum dan bukan diagnosis mutlak.