Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu pagi menimbulkan dampak signifikan terhadap infrastruktur transportasi publik di daerah tersebut.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan bahwa Kementerian Perhubungan mencatat sedikitnya lima bandara mengalami kerusakan yang mayoritas terpusat pada bangunan terminal dan fasilitas pendukung lainnya.
"Kementerian Perhubungan mencatat ada lima bandara yang terdampak tetapi bukan runway yang terdampak rusak, apakah nanti masuk rusak ringan, rusak sedang atau berat itu di gedung terminal, ada lima," ujar Suharyanto dalam keterangannya di Jakarta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSejumlah bandara yang dilaporkan mengalami kerusakan meliputi Bandara Komodo di Labuan Bajo, Bandara H Hasan Aroeboesman di Ende, Bandara Umbu Mehang Kunda di Waingapu, Bandara Frans Sales Lega di Ruteng, hingga Bandara Soa di Bajawa.
Meskipun mengalami kerusakan pada bagian gedung administrasi dan terminal darat, pihak pengelola Bandara Komodo memastikan aktivitas penerbangan tetap berjalan secara terbatas tanpa adanya laporan korban jiwa.
Selain sektor penerbangan, dampak gempa bumi ini juga menjalar hingga ke sejumlah fasilitas kepelabuhanan di wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk Pelabuhan Laurentius Say, Pelabuhan Reo, dan Pelabuhan Nangakeo.
Sebagaimana diwartakan, dermaga dan ruang tunggu di Pelabuhan Laurentius Say dilaporkan roboh saat kapal KM Bukit Siguntang sedang bersandar, sementara layanan perintis di Pelabuhan Nangakeo untuk sementara waktu terpaksa dihentikan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa keselamatan para penumpang serta pengguna jasa transportasi kini menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat pascagempa.
"Saya minta seluruh pihak untuk tetap mengutamakan aspek keselamatan dalam bermobilitas, khususnya di wilayah terdampak. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, selalu update informasi resmi terkait cuaca dari BMKG, dan senantiasa ikuti arahan petugas di lapangan," kata Dudy.