Gerhana matahari 2026 segera menyapa penduduk di berbagai belahan dunia dalam bentuk total maupun parsial pada 12 Agustus mendatang. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, fenomena alam menakjubkan ini terjadi ketika posisi matahari, bulan, dan bumi berada dalam satu garis lurus sejajar.
Peristiwa langka tersebut bermula saat bulan melintas tepat di antara matahari serta bumi, lalu melemparkan bayangan gelap ke planet tempat tinggal manusia. Dari analisis Kabayan News, proses pergerakan kosmik ini memblokir sebagian besar pancaran sinar terang dari bola api raksasa tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMasyarakat di daratan Eropa, sebagian barat laut Afrika, serta beberapa wilayah Amerika Serikat berkesempatan menyaksikan pemandangan angkasa luar biasa ini. Berdasarkan laporan media internasional, sebagian besar wilayah Spanyol bahkan masuk jalur totalitas yang membuat siang hari berubah menjadi gelap gulita selama beberapa menit.
Namun kabar kurang menyenangkan datang bagi para peminat astronomi di tanah air. Gerhana matahari tidak akan terlihat di India maupun Indonesia karena waktu kejadian bersamaan dengan malam hari di wilayah tersebut.
Berdasarkan jadwal resmi, fenomena agung ini mulai bergulir pada pukul 15.34 GMT atau pukul 21.04 WIB tanggal 12 Agustus 2026. Bayangan bulan akan menutupi matahari selama maksimal dua menit delapan belas detik sebelum kembali bergeser.