Google akhirnya merespons keluhan pengguna dengan meluncurkan pengaturan baru bernama Media Watermarks di aplikasi Gemini. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengaktifkan atau menonaktifkan tanda air visual pada berbagai konten yang dibuat, termasuk gambar, video, dan musik.
Sebelum pembaruan ini dirilis, tanda air visual pada karya yang dihasilkan oleh Gemini diterapkan secara otomatis tanpa opsi untuk mematikannya. Kehadiran opsi baru ini memberikan kebebasan yang lebih besar bagi para kreator konten digital.
Langkah-langkah untuk menggunakan fitur ini sangat mudah diakses melalui menu pengaturan aplikasi Gemini. Pengguna cukup memilih opsi Media Watermark dan mengatur tombol aktif atau nonaktif sesuai dengan preferensi mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePembaruan ini mulai diluncurkan secara bertahap kepada para pengguna di seluruh dunia dalam beberapa hari ke depan. Pengaturan yang dipilih akan berlaku untuk setiap pembuatan konten gambar, video, dan musik di masa mendatang.
Pengecualian Wilayah dan Aturan Akun Khusus
Meskipun pembaruan ini tersedia secara luas, terdapat beberapa pengecualian penting terkait wilayah geografis pengguna. Di wilayah seperti India, Korea Selatan, dan Vietnam, opsi ini hanya bisa dinikmati oleh pelanggan berbayar AI Ultra.
Bagi pengguna di negara-negara tersebut yang tidak menggunakan langganan berbayar, tanda air visual akan tetap diterapkan secara otomatis pada setiap konten. Aturan ketat ini juga berlaku untuk jenis akun tertentu di platform.
Akun pekerjaan (work) dan sekolah (school) sama sekali tidak mendapatkan pengaturan ini. Hal tersebut berarti bahwa tanda air visual tetap bersifat wajib dan permanen untuk akun-akun institusional tanpa terkecuali.
Kebijakan pembatasan ini dirancang untuk menjaga kepatuhan dan identifikasi konten profesional serta institusional agar tetap transparan di berbagai platform ekosistem Google.
Keamanan Latar Belakang dan Asal Usul Pembaruan
Penting untuk dicatat bahwa menonaktifkan tanda air visual tidak membuat konten buatan AI menjadi sepenuhnya tidak dapat dilacak. Google tetap menyematkan tanda air tak kasat mata SynthID dan metadata C2PA di latar belakang.
Keberadaan metadata dan tanda air tak kasat mata tersebut memastikan bahwa asal-usul konten buatan AI tetap dapat diidentifikasi secara sistematis. Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan serta mencegah penyalahgunaan informasi.
Pembaruan ini bermula dari masukan langsung yang dikumpulkan oleh Wakil Presiden Google Josh Woodward dari ribuan pengguna. Permintaan untuk menghapus tanda air visual menempati peringkat sepuluh besar dari aspirasi komunitas.
Menanggapi ribuan tanggapan tersebut, Google berkomitmen untuk terus mendengarkan komunitas dan menyempurnakan fitur-fitur Gemini. Kehadiran fitur Media Watermarks menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam meningkatkan pengalaman pengguna.