Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Injeksi Hormon Leptin Bantu Hewan...
BERITA

Injeksi Hormon Leptin Bantu Hewan Atasi Jet Lag Lebih Cepat Satu Hari

By Redaksi Kabayan News 3 min read 16 Agustus 2026
Ilustrasi penelitian medis terkait hormon leptin dan penyesuaian jam biologis tubuh

Ilustrasi penelitian medis terkait hormon leptin dan penyesuaian jam biologis tubuh

Siapa pun yang pernah melintasi zona waktu berbeda tentu akrab dengan penderitaan akibat jet lag, mulai dari rasa lapar tengah malam hingga kelelahan ekstrem. Bagi para pekerja shift malam, kebingungan biologis tersebut bahkan menjadi kondisi yang hampir permanen setiap harinya.

Kini, para peneliti dari Rice University dan Northwestern University menemukan solusi tak terduga yang berasal dari hormon alami tubuh sendiri, yaitu leptin. Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Advanced Science, para ilmuwan merekayasa kapsul mikro berisi sel hidup yang memproduksi leptin secara berkelanjutan.

Ketika disuntikkan di bawah kulit tikus dan monyet, "pabrik leptin" mini ini membantu hewan-hewan tersebut menyinkronkan jam internal tubuh mereka dengan jadwal cahaya baru secara lebih cepat. Pada monyet, pengobatan ini bahkan menunjukkan peningkatan pada salah satu ukuran kunci tidur nyenyak tanpa efek samping berbahaya.

Biologi manusia mengikuti jam internal 24 jam yang mengatur kapan seseorang merasa mengantuk, lapar, waspada, atau lamban. Ketika jam tersebut tidak sinkron dengan dunia luar, risikonya dapat memicu obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga depresi.

Teknologi Kapsul Mikro dan Hasil Uji Coba Hewan

Leptin adalah hormon yang diproduksi tubuh terutama dari jaringan lemak dan naik turun secara alami dalam ritme harian. Namun, suntikan hormon leptin biasa gagal mengubah jam biologis secara mandiri karena hormon ini cepat rusak dalam tubuh dalam waktu sekitar 40 menit.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, tim peneliti merekayasa sel epitel pigmen retina manusia untuk memproduksi leptin secara terus-menerus, lalu menyegelnya di dalam butiran mikro berbahan alginat. Setiap kapsul berukuran sekitar 300 mikrometer dan dirancang dengan pori-pori kecil agar leptin dapat berdifusi bebas tanpa terdeteksi oleh sistem kekebalan tubuh.

Hasil pengujian pada tikus menunjukkan bahwa kelompok yang menerima kapsul leptin mampu menyesuaikan pola aktivitas mereka dalam waktu sekitar 2,3 hari setelah pergeseran jadwal, lebih cepat dibandingkan kelompok kontrol. Pola serupa juga terlihat ketika uji coba diperluas ke kera cynomolgus yang ritme tidurnya menyerupai manusia.

Uji coba pada monyet yang mengalami pergeseran jadwal cahaya selama enam jam menunjukkan pengurangan waktu yang dibutuhkan untuk penyesuaian diri hingga sekitar satu hari. Tes darah dan pemantauan fisik selama 14 hari juga mengonfirmasi bahwa fungsi ginjal, hati, dan berat badan hewan tetap berada dalam kisaran normal.

Analisis Tidur dan Keterbatasan Penelitian

Salah satu hasil tak terduga datang dari analisis aktivitas otak monyet selama tidur menggunakan sistem kecerdasan buatan. Setelah pergeseran jadwal, monyet yang menerima kapsul leptin menunjukkan peningkatan energi tidur gelombang lambat yang merupakan fase tidur terdalam dan paling memulihkan.

Meskipun hasil awal ini menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa studi ini masih berada pada tahap praklinis yang awal. Mekanisme pasti bagaimana leptin mempercepat penyesuaian jam biologis masih belum sepenuhnya dipahami dan memerlukan kajian lebih mendalam.

Selain itu, para ilmuwan mengakui beberapa keterbatasan penting, termasuk jumlah sampel primata nonmanusia yang relatif kecil dalam penelitian ini. Studi keamanan jangka panjang pada hewan berukuran besar juga belum sepenuhnya diselesaikan sebelum mempertimbangkan uji klinis pada manusia.

Kendati demikian, pendekatan konseptual ini menawarkan sudut pandang baru dalam mengatasi masalah jet lag dan disrupsi kronis ritme sirkadian. Jika penelitian lanjutan mengonfirmasi efek serupa pada manusia, metode ini berpotensi menjadi opsi baru bagi para pelintas batas waktu maupun pekerja shift.

Topics
kesehatan jet lag penelitian tidur hormon leptin
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.