Sebagaimana diwartakan, emiten konstruksi PT Waskita Karya Persero Tbk akhirnya bernapas lega setelah berhasil mengantongi lampu hijau terkait restrukturisasi utang melalui Rapat Umum Pemegang Obligasi yang digelar pada Kamis, 3 September 2026.
Dalam agenda penting tersebut, para pemegang obligasi sepakat untuk menyetujui seluruh usulan restrukturisasi atas Obligasi III Tahap IV Tahun 2019, termasuk di dalamnya mengenai perpanjangan tenor pembayaran yang dinantikan.
Direktur Keuangan Waskita Karya Wiwi Suprihatno menyatakan bahwa pihak manajemen akan terus melanjutkan penguatan struktur keuangan perusahaan dengan mengedepankan prinsip transparansi serta tata kelola yang baik. "Kami akan terus konsisten memenuhi kewajiban yang tersisa," ucap Wiwi melalui keterangan tertulis yang dikutip pada Jumat, 4 September 2026.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan laporan manajemen, disetujuinya hasil RUPO ini membuat peluang dibukanya kembali suspensi saham Waskita di lantai bursa menjadi semakin terbuka lebar. Sebagai catatan penting, saham berbiaya kode WSKT tersebut telah disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia sejak 8 Mei 2023 akibat penundaan pembayaran pokok serta bunga obligasi.
Lebih lanjut, usulan restrukturisasi krusial yang disetujui dalam forum RUPO tersebut mencakup perubahan tanggal jatuh tempo yang diperpanjang hingga 31 Desember 2034 dengan nilai kewajiban pokok mencapai Rp 1,3 triliun. Selain itu, RUPO juga menyetujui pemangkasan tingkat bunga dari semula 9,75 persen menjadi hanya 5 persen saja.
Sejak akhir tahun 2023, perusahaan pelat merah di sektor konstruksi ini tercatat sukses menurunkan total utang hingga 20,8 persen dari kisaran Rp 84 triliun menjadi Rp 66,5 triliun. Tidak hanya itu, Waskita juga berhasil mereduksi utang tertunggak kepada vendor secara drastis dari Rp 2,13 triliun pada 2022 menjadi hanya Rp 48 miliar pada paruh pertama tahun 2026, sementara kewajiban pajak yang menunggak telah diselesaikan secara tuntas hingga 100 persen.
Dari sisi kinerja bisnis, Waskita membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 4,92 triliun secara tahunan pada semester pertama tahun ini, yang menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 58,49 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya di angka Rp 3,1 triliun.
Menurut penjelasan Wiwi, pertumbuhan gemilang pada sektor pendapatan tersebut didorong secara langsung oleh penggerak produksi dari proyek Sekolah Rakyat serta jaringan irigasi yang digarap bersama Kementerian Pekerjaan Umum. "Pencapaian ini turut membuktikan restrukturisasi finansial berjalan seiring perbaikan kinerja operasional," imbuhnya.
Sementara itu, nilai perolehan kontrak baru yang berhasil dikantongi perseroan hingga periode Juni 2026 telah menembus angka Rp 5,1 triliun. Dominasi terbesar dari perolehan kontrak tersebut disumbangkan oleh pekerjaan konektivitas sebesar 45,6 persen, disusul oleh proyek infrastruktur air yang memegang porsi sekitar 21,7 persen.