Di balik statusnya sebagai salah satu game terhebat sepanjang masa, proses pembuatan Super Metroid keluaran 1994 ternyata diwarnai oleh pengalaman kerja lembur yang melelahkan. Direktur game tersebut, Yoshio Sakamoto, mengenang bagaimana enam bulan terakhir masa pengembangan terasa bagaikan mimpi buruk akibat waktu kerja yang tanpa henti.
Kantor lama Nintendo di Higashiyama pada masa itu berubah fungsi menyerupai asrama bagi para staf pengembang Super Metroid. Kondisi tersebut membuat Sakamoto bahkan tidak bisa mengingat lagi kapan terakhir kali ia pulang ke rumah untuk beristirahat.
Dalam sebuah wawancara, Sakamoto mengenang masa-masa tersebut dengan mengatakan, "During the final six months of development I didn't know where I lived any more." Ruang tidur khusus yang disediakan kantor sering kali penuh oleh staf yang kelelahan sehingga ia kesulitan mendapatkan tempat tidur.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePengalaman berat ini mencerminkan betapa tingginya tekanan industri game pada masa lampau, di mana budaya kerja lembur ekstrem kerap dianggap sebagai bagian dari proses penciptaan karya besar.
Kondisi Ruang Istirahat Kantor yang Memicu Perhatian
Situasi di markas Nintendo semakin parah karena ruang istirahat para staf tidak pernah dibersihkan secara layak akibat digunakan terus-menerus tanpa henti. Bau tidak sedap yang menyengat bahkan membuat karyawan dari divisi lain mengira ruangan tersebut berbau seperti kebun binatang.
Upaya menetralisir bau menggunakan pengharum ruangan oleh salah satu karyawan justru memperburuk keadaan karena aromanya bercampur menjadi bau yang semakin aneh. Hal ini membuat para pengembang Super Metroid kerap dipandang sebelah mata oleh karyawan Nintendo lainnya.
Sakamoto menuturkan bahwa sekitar sepuluh hingga lima belas orang harus bergantian tidur di ruangan sempit tersebut demi melanjutkan pekerjaan melewati malam. Kenangan mengenai ruangan yang bau dan jam kerja yang tidak masuk akal kini menjadi cerita tersendiri bagi sang sutradara.
Meskipun menceritakannya sambil tertawa, Sakamoto mengakui bahwa sangat disayangkan kenangan utama dari proyek legendaris tersebut justru dihiasi oleh pengalaman melelahkan dan kondisi kantor yang kurang layak.
Tanggapan Gunpei Yokoi dan Warisan Abadi Super Metroid
Budaya kerja berlebihan yang dijalani oleh tim Super Metroid tidak lepas dari perhatian Gunpei Yokoi selaku kepala bagian pada saat itu. Yokoi kerap merasa geram ketika melihat para staf terlalu terobsesi dan bekerja lembur secara berlebihan.
Sakamoto menirukan teguran Yokoi dengan berkata, "Are you lot trying to produce a work of art or something?" Keterlambatan tenggat waktu serta arah proyek yang semakin meluas membuat Yokoi semakin menunjukkan kemarahannya setiap hari.
Kendati sempat menuai kemarahan dari atasannya, Yokoi pada akhirnya sangat mengagumi hasil akhir dari permainan tersebut setelah melihat kualitas yang berhasil dihadirkan. Ia bahkan sering menyarankan pengembang pihak ketiga lain untuk memainkan Super Metroid sebagai tolok ukur kualitas.
Super Metroid kini tetap kokoh berada di jajaran atas daftar game SNES terbaik sepanjang masa, membuktikan bahwa kerja keras dan pengorbanan para staf di masa lalu berhasil melahirkan sebuah mahakarya industri game.