Helix Nebula memperlihatkan detik-detik kehancuran material bintang mati yang larut kembali ke galaksi melalui tangkapan teleskop MOTHRA di Chili.
Para peneliti mendapati 22 gelombang kejut melengkung di bagian halo luar nebula tersebut saat puing-puing bintang menabrak gas antarbintang di sekitarnya.
Temuan yang dipublikasikan pada 12 Agustus di jurnal Nature itu menawarkan pratinjau nyata mengenai proses alamiah yang kelak menimpa Matahari kita.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBintang sekarat di pusat Helix Nebula meninggalkan katai putih setelah melepaskan lapisan luarnya, mirip dengan siklus akhir yang akan dialami Matahari di masa depan.
Erosi Puing Kosmik dan Proyek Teleskop Canggih MOTHRA
Puing-puing stellar yang menabrak gas tipis antarbintang ini membentuk gelombang kejut busur mirip gelombang air di depan haluan kapal yang sedang melaju.
Bentuk gelombang kejut yang semakin mengecil dan terfragmentasi di bagian luar menunjukkan proses erosi stabil dalam kurun waktu sekitar 10.000 tahun.
Teleskop MOTHRA yang dibangun di Observatorium El Sauce menggunakan deretan lensa telefoto khusus untuk mendeteksi pancaran gas super redup di langit.
Siklus pelepasan materi bintang ini membuktikan bahwa unsur pembentuk tata surya berasal dari sisa kosmik generasi bintang terdahulu di alam semesta.