MacKenzie Scott kembali menulis novel setelah menghabiskan waktu bertahun-tahun menjadi sorotan publik lewat aksi filantropi membagikan sebagian besar kekayaannya.
Berdasarkan laporan The New York Times, buku berjudul Last Days in Two Nations (A History in Eighteen Minds) tersebut akan dirilis secara berkala melalui platform Substack.
Karya setebal 317 halaman dengan jumlah 80.000 kata ini menandai kembalinya sang novelis setelah meluncurkan buku berjudul Traps pada 2013 silam.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLangkah peluncuran buku baru melalui buletin digital ini menjadi kejutan tersendiri mengingat dirinya jarang tampil di hadapan publik maupun media massa.
Perjalanan Awal Karier Menulis dan Latar Belakang Pendidikan
Sebelum dikenal sebagai miliarder dermawan, dunia tulis-menulis merupakan bidang yang ditekuni MacKenzie saat menempuh studi bahasa Inggris di Princeton University.
Ia pernah dibimbing oleh peraih Nobel Sastra Toni Morrison yang memuji karya debutnya bertajuk The Testing of Luther Albright sebagai novel canggih.
Novel pertamanya terbit pada 2005 dan sukses meraih penghargaan American Book Award berkat kisah mendalam mengenai seorang insinyur struktural di California.
Karier sastranya sempat terhenti usai menerbitkan buku kedua pada 2013 karena ia terlibat dalam pendirian perusahaan raksasa e-commerce bersama mantan suaminya.