Permukiman kuno berusia 3.500 tahun di Wadi Tumilat, Mesir, berhasil diungkap oleh para arkeolog dan memberikan wawasan segar mengenai kehidupan masyarakat kelas bawah di tengah dinamika pergeseran kekuasaan politik masa lampau.
Situs arkeologi yang terletak di wilayah timur Delta Nil ini pertama kali dilaporkan oleh Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir pada akhir Juni 2026, mencakup kompleks hunian besar dengan struktur dinding bata lumpur yang kokoh.
Di dalam area kompleks tersebut, tim peneliti menemukan berbagai ruangan tertata rapi lengkap dengan fasilitas dapur berupa oven serta area penyimpanan yang mengindikasikan aktivitas produksi barang dan perdagangan lokal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain bangunan tempat tinggal, area situs juga menyimpan sepuluh makam bata lumpur dengan beragam corak arsitektur, termasuk makam berbentuk mastaba yang memuat sisa kerangka manusia serta artefak tulang hewan.
Jejak Peradaban Hyksos dan Jaringan Perdagangan Kuno
Situs Tell el-Koua tersebut diyakini tetap berpenghuni hingga pertengahan masa Dinasti ke-18 ketika para penguasa Mesir berhasil mendesak keluar bangsa Hyksos dari wilayah delta.
Keberadaan situs strategis ini memperkaya pemahaman sejarah tentang bagaimana masyarakat beradaptasi dengan perubahan politik besar tanpa harus meninggalkan rutinitas ekonomi sehari-hari.
Lokasi penemuan di koridor Wadi Tumilat sejak lama dikenal sebagai jalur penghubung penting antara peradaban Mesir kuno dan wilayah Levant dalam hal perdagangan lintas batas.
Berbagai temuan artefak berupa pecahan tembikar, alat perunggu, dan materai logam kini menjadi fokus analisis lanjutan untuk mengungkap jaringan niaga masa lalu secara lebih komprehensif.