Roger Miller ternyata memiliki masa lalu kelam sebelum sukses menjadi musisi country legendaris peraih banyak penghargaan Grammy. Pelantun lagu hits "King of the Road" tersebut terpaksa memilih jalur militer ketika masih remaja demi menghindari jeruji besi akibat tindakan kriminal.
Kisah tersebut dibagikan oleh anak sang musisi, Dean Miller, dalam wawancara pada siniar Drifting Cowboy. Dean menceritakan bahwa ayahnya tumbuh besar di sebuah peternakan tanpa aliran listrik dan kerap mengisi akhir pekan dengan bermain musik di sebuah klub malam di Amarillo, Texas.
"He would play at this one club, and he was friends with the guy and my dad, as he describes it, was ignorant and didn't know how to break into show business," ujar Dean mengenang cerita sang ayah semasa hidup.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKarena kebingungan menembus industri hiburan, Roger muda sempat berpikiran pendek dengan mencuri berbagai perlengkapan dan kostum dari klub tempatnya biasa manggung. Ia bahkan nekat menggondol sebuah gitar karena sangat ingin menulis lagu sendiri, sebelum akhirnya memutuskan menyerahkan diri kepada pihak kepolisian keesokan harinya.
Awal Karier Musik Roger Miller Lewat Ketidaksengajaan
Pemilik klub tempat ia mencuri rupanya merasa kasihan dan menulis surat kepada hakim agar memberikan keringanan hukuman kepada sang pemuda. Berkat surat tersebut, pihak berwenang memberikan dua opsi sulit kepada Roger, yakni mendekam di penjara atau bergabung dengan institusi militer.
Tanpa berpikir panjang, Roger memilih opsi kedua dan resmi bergabung dengan Angkatan Darat Amerika Serikat. Keputusan tersebut membawanya diterjunkan langsung ke medan pertempuran Korea selama Perang Korea meletus pada masa itu.
Masa dinas militer di Korea meninggalkan kesan mendalam dan pengalaman traumatis bagi Roger Miller muda. Ia sempat mengaku kepada anaknya bahwa sebagian besar waktunya di medan perang dihabiskan hanya dengan bersembunyi di bawah jip sambil ketakutan.
Kendati demikian, masa-masa di militer justru menjadi titik balik penting yang membuka jalan terang bagi karier musiknya di masa depan. Selama bertugas, ia bertemu banyak orang penting di industri hiburan dan mendapatkan rekomendasi berharga untuk merintis karier di Nashville.
Tak hanya itu, wajib militer juga mempertemukannya dengan rekan penulis lagu sekaligus sahabat setianya, Bill Anderson. Kolaborasi keduanya melahirkan banyak karya populer, termasuk lagu "When Two Worlds Collide" yang sukses menembus jajaran tangga lagu papan atas.
Sepanjang kariernya yang gemilang, Roger berhasil mencetak sejarah dengan memborong 11 trofi Grammy Awards dalam rentang waktu dua tahun saja. Namanya kini dikenang abadi sebagai ikon musik country dunia setelah resmi dilantik ke dalam Country Music Hall of Fame pada 1995.