Kapal induk USS Oriskany CV/CVA-34 milik US Navy mencatatkan sejarah unik sebagai kapal perang yang sengaja ditenggelamkan untuk diubah menjadi karang buatan terbesar di dunia. Kapal kelas Essex yang memiliki panjang 872 kaki dan lebar 147,5 kaki ini dulunya bertugas dalam Perang Korea serta Perang Vietnam dengan perolehan total 12 bintang jasa sebelum akhirnya resmi dipensiunkan pada Juni 1976.
Sebelum memilih jalan penenggelaman, US Navy sempat menghadapi berbagai dilema terkait masa depan kapal raksasa tersebut setelah upaya penjualan kepada Jepang untuk dijadikan museum terapung batal terwujud. Rencana awal pembongkaran atau daur ulang besi tua juga menemui kendala lingkungan yang pelik, sehingga pihak berwenang memutuskan untuk membersihkan seluruh material berbahaya selama bertahun-tahun sebelum mengeksekusi rencana penenggelamannya.
Proses pembersihan kapal melibatkan kerja sama intensif antara US Navy, Florida Fish and Wildlife Conservation Commission (FWC), serta Escambia County di Florida. Setelah seluruh bahan beracun dipastikan steril, kapal induk seberat ribuan ton ini akhirnya ditenggelamkan secara resmi di Teluk Meksiko.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTitik akhir peristirahatan USS Oriskany berada sekitar 22 mil laut di lepas pantai Florida dan tenggara Pensacola Pass. Lokasi tersebut kini menjadi daya tarik wisata bawah air yang populer bagi para penyelam berpengalaman, meskipun kondisi arusnya tergolong kuat dengan kedalaman mencapai 212 kaki di bawah permukaan laut.
Transformasi USS Oriskany Menjadi Habitat Ekosistem Laut
Transformasi USS Oriskany di dasar laut tidak hanya menjadi spot penyelaman eksotis, tetapi juga berfungsi krusial sebagai habitat buatan bagi keanekaragaman hayati laut di sekitar Teluk Meksiko. Keberadaan bangkai kapal raksasa ini terbukti mampu meningkatkan populasi ikan, penyu, hiu perawat, hingga ikan kerapu yang menjadikan bangkai kapal sebagai rumah baru mereka.
Meskipun menawarkan pemandangan bawah air yang memukau, FWC secara tegas memperingatkan para penyelam agar tidak nekat masuk ke dalam struktur internal kapal karena kondisi integritasnya yang terus berubah sejak tenggelam pada 2006. Faktor cuaca buruk, badai, serta arus deras di kawasan tersebut juga memengaruhi kedalaman dan stabilitas posisi bangkai kapal dari waktu ke waktu.
Keberadaan USS Oriskany semakin memperkaya kawasan konservasi maritim di Teluk Meksiko karena dikelilingi oleh bangkai kapal bersejarah lainnya yang berjarak hanya beberapa mil laut. Pengelola pariwisata setempat mencatat bahwa kombinasi bangkai kapal ini mendongkrak kunjungan wisata bahari secara signifikan setiap tahunnya.
Melalui proyek ambisius ini, US Navy berhasil membuktikan bahwa sisa kejayaan alat utama sistem pertahanan tempur masa lalu tetap bisa memberikan manfaat ekologis yang masif bagi kelangsungan ekosistem laut modern dan sektor pariwisata bahari Amerika Serikat.