Sebagaimana diwartakan oleh media Italia Corriere della Sera, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez akhirnya memberikan keterangan resmi di hadapan Kongres Deputati terkait gelombang kedatangan ribuan migran gelap di wilayah enklave Ceuta. Dalam pidatonya, Sanchez menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya bukti konkrit yang mengarah pada keterlibatan langsung pemerintah Maroko di balik krisis kemanusiaan tersebut.
Sanchez juga menyoroti peran media sosial dan kelompok tertentu yang dianggap sengaja menyebarkan informasi palsu untuk memicu ketegangan. Menurut laporan media massa, ia menyebutkan bahwa berbagai akun daring dan pihak dari sayap kanan memanfaatkan situasi tersebut untuk menanamkan rasa takut serta kebencian di tengah masyarakat Spanyol.
Di sisi lain, kebijakan dan pernyataan Sanchez langsung menuai kritik tajam dari pemimpin oposisi Partai Populer, Alberto Nunez Feijoo. Mengutip laporan media internasional, Feijoo menuduh pemerintah mengabaikan peringatan dini dan menyebut insiden tersebut sebagai sebuah bentuk invasi yang nyata terhadap kedaulatan wilayah Spanyol.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenanggapi kritik yang membanjirinya, Sanchez menegaskan bahwa pemerintahannya terus berupaya menangani situasi pelik ini dengan penuh kehati-hatian dan koordinasi yang ketat. Ia juga kembali menyerukan kepada Uni Eropa agar memberikan perhatian lebih serta dukungan nyata melalui kehadiran permanen Frontex demi memperketat keamanan perbatasan.