Sebagaimana diwartakan, anggota DPRD Sulawesi Utara Piere Makisanti melontarkan kritik tajam terkait alokasi anggaran dan prioritas pembangunan di daerah. Ia mendesak pemerintah provinsi agar lebih mengutamakan kebutuhan mendasar masyarakat, khususnya warga yang sedang dilanda musibah bencana alam.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, politisi PDI Perjuangan ini menilai bahwa pemerintah mempunyai tanggung jawab moral penuh untuk menjawab harapan rakyat. Terlebih lagi, saat ini terdapat sejumlah wilayah di Sulawesi Utara yang menghadapi kondisi darurat akibat bencana dan membutuhkan intervensi cepat.
Mengutip pernyataan resminya, Piere menegaskan bahwa tantangan fiskal atau kondisi ekonomi seharusnya tidak dijadikan alasan untuk menunda bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. Ia juga menyoroti efektivitas pengelolaan Pendapatan Asli Daerah agar benar-benar dirasakan oleh warga lokal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe‘Seharusnya torang memenuhi dulu apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Sulut. Karena torang mengatur apa yang menjadi harapan masyarakat di Sulut,’ ujar Piere Makisanti sebagaimana dikutip.
Lebih lanjut, Piere mengkritik kebijakan penyaluran anggaran ke luar daerah sementara warga di dalam provinsi masih banyak yang kesulitan. Ia bahkan menggunakan peribahasa untuk menggambarkan kondisi tersebut agar pemerintah lebih peka terhadap persoalan nyata di depan mata.
‘Bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan saat ini belum mendapatkan perhatian. Kami susah-susah mencari PAD di daerah dan diberikan ke luar daerah, padahal dalam daerah juga membutuhkan,’ tegas Piere.
Sebagai contoh konkret, Piere mengungkapkan kondisi warga di wilayah Kakas yang hingga kini belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah meski terdampak parah oleh abrasi laut.
‘Seperti yang pernah saya sampaikan beberapa waktu lalu, contohnya di Kakas yang terdampak abrasi laut. Sampai saat ini belum mendapat perhatian dari pemerintah,’ ungkapnya.
Menutup pandangannya, Piere tidak mempermasalahkan jika pemerintah ingin membantu daerah lain, namun ia mengingatkan agar kebutuhan domestik warga Sulawesi Utara diselesaikan terlebih dahulu.
‘Tetapi kembali lagi, apakah masyarakat kita sudah terpenuhi semua? Semoga hal ini bisa menjadi perhatian bersama,’ pungkasnya.