Michigan melepaskan 4.400 tawon parasitoid sebagai langkah biokontrol alami untuk menghentikan laju invasi kumbang scarlet lily beetles yang merusak tanaman bunga di berbagai taman negara bagian tersebut. Serangga perusak ini dikenal sangat agresif melahap daun dan batang tanaman bunga lili di wilayah setempat.
Berdasarkan laporan media, kumbang perusak tersebut diduga berasal dari Ontario dan telah lama menjadi tantangan berat bagi para pejabat pertanian Michigan. Kehadiran kumbang ini mengancam keindahan taman hias serta ekosistem tanaman bunga lokal yang dirawat oleh para pekebun.
Tawon parasitoid yang dilepaskan bertindak sebagai pengendali hama dengan cara meletakkan telur di dalam larva kumbang sebelum akhirnya memakannya dari dalam. Metode alami ini dipilih karena dinilai lebih efektif menekan populasi hama tanpa harus merusak lingkungan sekitar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePara peneliti dari Michigan State University mengungkapkan bahwa wilayah Michigan kini menjadi garis pertahanan terdepan untuk membendung penyebaran kumbang ke arah barat Amerika Serikat. Upaya karantina serta perizinan yang panjang mendasari pelepasan ribuan tawon ini demi melindungi wilayah lain dari ancaman serupa.
Strategi Biokontrol Jangka Panjang Atasi Hama Kumbang
Penerapan metode biokontrol menggunakan tawon parasitoid diyakini memberikan solusi yang jauh lebih berkelanjutan dibandingkan penggunaan pestisida kimia yang harus diaplikasikan setiap tahun. Selain memerlukan biaya yang lebih tinggi, penyemprotan insektisida kimia tidak selektif dan berisiko membunuh organisme lain.
Marianna Szucs selaku entomolog dari Michigan State University menyatakan bahwa populasi tawon yang mapan dapat menjaga diri sendiri serta terus menekan jumlah kumbang secara mandiri. Penelitian di kawasan New England sebelumnya menunjukkan bahwa agen hayati ini mampu memangkas populasi kumbang hingga mencapai 90 persen.
Kendati demikian, para periset memperkirakan bahwa efektivitas penuh dari program pelepasan tawon ini baru akan terlihat dalam jangka waktu hingga 15 tahun ke depan. Keberhasilan program jangka panjang tersebut sangat bergantung pada dukungan masyarakat serta pekebun rumahan agar tidak membasmi tawon yang dijumpai di pekarangan.
Para pemilik taman diimbau agar lebih teliti dan membiarkan tawon parasitoid berkembang biak apabila melihat serangga tersebut di sekitar tanaman lili yang terserang hama. Langkah kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat ini diharapkan mampu menjaga kelestarian ekosistem taman dari ancaman kumbang invasif.