Andi Meriem Mattalatta merupakan sosok penyanyi legendaris asal Indonesia yang memiliki darah Bugis, Sulawesi Selatan. Lahir pada 31 Agustus 1957, wanita ini dikenal luas masyarakat tanah air dengan julukan "Mutiara dari Selatan" yang diberikan oleh komposer ternama, Iskandar.
Karier bermusik penyanyi ini tergolong sangat sukses secara komersial sejak memulai kiprahnya di industri hiburan pada tahun 1970-an. Sepanjang perjalanan karier profesionalnya dari 1976 hingga 2001, ia tercatat telah merilis sebanyak 17 album studio dan 12 album kompilasi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKesuksesan sebagai penyanyi pop tingkat nasional tidak membuatnya lupa akan kesederhanaan. Semasa menempuh pendidikan sarjana muda Sastra Inggris di Universitas Hasanuddin, Ujung Pandang, awal tahun 70-an, ia lebih memilih menggunakan becak untuk pergi ke kampus.
Gaya hidup sederhana tersebut cukup kontras dengan latar belakang keluarganya yang terpandang dan terhormat di Sulawesi Selatan. Dalam pergaulan sehari-hari di lingkungan kampus, ia dikenal teman-temannya sebagai sosok gadis bersahaja dalam berpakaian maupun bersosialisasi.
Jejak Karier dan Keluarga Andi Meriem Mattalatta
Ayahnya adalah Mayor Jenderal (Purn.) Andi Mattalatta, figur berpengaruh yang berjasa dalam pembangunan Stadion Mattoanging, Makassar. Nama sang ayah kemudian diabadikan menjadi nama stadion kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan, yaitu Stadion Andi Mattalatta.
Darah seni dan kecintaan terhadap aktivitas fisik mengalir kuat dalam keluarga besar Andi Meriem Mattalatta. Ia merupakan anak kelima dari enam bersaudara yang tumbuh besar dalam keluarga penggemar olahraga, terutama cabang ski air.
Bakat menyanyi perempuan yang sempat menikah dengan Bambang Irawan Tasning ini sudah terlihat sejak dini. Pada tahun 1970, saat masih duduk di kelas V Sekolah Dasar, ia berhasil meraih juara pertama dalam lomba menyanyi pop se-Ujung Pandang.
Kesempatan emas untuk bersinar di kancah nasional terbuka setelah ia tampil dalam rekaman lagu perdana berjudul "Mutiara dari Selatan" ciptaan Iskandar. Selain berguru pada Iskandar, ia juga banyak belajar teknik olah vokal dari Arifin, sosok yang pernah bekerja di KRI Ujungpandang.