Profil Ariyo Wahab merunut perjalanan karier seniman multitalenta kelahiran 1 Juli 1974 ini sebagai salah satu musisi dan aktor papan atas Indonesia. Ariyo dikenal luas sebagai pendiri sekaligus vokalis The Dance Company bersama Baim, Nugie, dan Pongki Barata sejak tahun 2007.
Sebelum meraih sukses bersama The Dance Company, jejak musikal Ariyo di industri musik tanah air terbilang sangat panjang dan penuh warna. Ia pernah mendirikan grup musik Glasses pada tahun 1993 yang kemudian bertransformasi menjadi cikal bakal terbentuknya band Ungu sebelum akhirnya ia mengundurkan diri.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTidak berhenti di situ, Ariyo juga sempat membentuk band State of Groove sebelum melebarkan sayap ke dunia seni peran pada tahun 2003. Debut aktingnya dimulai melalui film layar lebar berjudul Biarkan Bintang Menari yang membuka jalan lebar di dunia perfilman.
Di balik kesibukannya sebagai figur publik, alumnus Fakultas Hukum Universitas Trisakti ini menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis. Ia menikah dengan Milasari Wardhani pada tahun 2002 dan dikaruniai tiga putri bernama Kyra Wahab, Jaimie Wahab, dan Sabine Wahab.
Jejak Karier Musik dan Diskografi Ariyo Wahab
Perjalanan bermusik Ariyo Wahab dimulai sejak era akhir 1980-an melalui berbagai band independen seperti 24 Hours. Pengalaman panggung matang membentuk karakter vokal khas beraliran rock yang melekat kuat pada setiap penampilan musikalnya.
Bersama Free On Saturday hingga puncaknya mendirikan The Dance Company, Ariyo konsisten merilis karya populer di industri musik Indonesia. Proyek band tersebut sukses mencuri perhatian penikmat musik tanah air dengan konsep unik bapak-bapak hebat.
Selain aktif bermusik, dedikasi Ariyo di dunia akting membawanya membintangi berbagai judul film layar lebar populer. Kemampuan akting natural membuatnya dipercaya memerankan berbagai karakter penting dalam industri perfilman nasional.
Kiprah konsisten Ariyo Wahab di panggung musik dan seni peran mengukuhkan posisinya sebagai salah satu seniman senior Indonesia yang terus produktif berkarya lintas generasi.