Profil Budi Arie Setiadi menarik untuk disimak sebagai tokoh yang memiliki rekam jejak panjang di dunia jurnalisme, aktivisme, hingga panggung politik nasional. Lahir di Jakarta pada 20 April 1969, ia tumbuh dalam keluarga yang mendukung pendidikannya hingga menempuh studi ilmu komunikasi di Universitas Indonesia.
Sebelum berkecimpung di dunia politik, Budi Arie aktif merintis karier sebagai jurnalis profesional di berbagai media terkemuka. Ia pernah bergabung dengan majalah Media Indonesia dan turut menjadi bagian dari pendirian mingguan ekonomi Kontan pada tahun 1996.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain aktif di media massa, darah aktivis yang mengalir sejak masa kuliah turut membawanya mendirikan berbagai organisasi pergerakan. Ia dikenal luas sebagai pendiri sekaligus Ketua Umum Projo, organisasi relawan pendukung Joko Widodo yang memiliki basis massa besar di berbagai daerah.
Perjalanan kariernya di pemerintahan terus berlanjut hingga dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis di kabinet. Setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Desa dan Menteri Komunikasi dan Informatika, ia kini mengemban amanah sebagai Menteri Koperasi Indonesia.
Jejak Aktivisme dan Perjalanan Politik Budi Arie Setiadi
Keterlibatan Budi Arie Setiadi dalam dunia politik berakar dari pengalaman panjangnya sebagai aktivis mahasiswa pada era reformasi 1998. Ia tercatat pernah memimpin berbagai organisasi kemahasiswaan di kampus serta menginisiasi pembentukan gerakan sosial kemasyarakatan.
Langkah politiknya semakin bersinar ketika ia memelopori pendirian Projo pada tahun 2013 untuk menggalang dukungan akar rumput bagi pencalonan Joko Widodo. Organisasi tersebut konsisten mengawal jalannya pemerintahan hingga bertransformasi menjadi salah satu kekuatan relawan politik yang diperhitungkan.
Di tengah dinamika perpolitikan nasional, Budi Arie juga pernah mengemban tugas internal di partai politik sebelum akhirnya masuk ke dalam jajaran pejabat eksekutif negara. Pengalaman organisasi dan jejaring luas yang dimilikinya menjadi modal penting dalam mengemban berbagai penugasan dari presiden.
Kini, di bawah kepemimpinan nasional yang baru, ia memfokuskan kinerjanya pada sektor penguatan ekonomi kerakyatan melalui kementerian yang dipimpinnya. Berbagai pengalaman masa lalu membentuk karakternya sebagai salah satu figur publik yang kerap menjadi sorotan media.