Profil Erwin Arnada mengulas perjalanan hidup seorang wartawan, sutradara, dan produser film Indonesia yang memiliki rekam jejak panjang penuh warna. Lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1963, ia tumbuh dalam keluarga Minangkabau dan mulai merintis karier jurnalistiknya sejak dekade 1980-an setelah menempuh studi Sastra Rusia di Universitas Indonesia.
Namanya mulai mencuat di kancah media nasional saat memimpin berbagai majalah dan tabloid terkemuka, termasuk terlibat dalam penerbitan tabloid Monitor. Pengalaman panjang di dunia pers membawanya mendirikan rumah produksi Rexinema yang melahirkan sejumlah film populer seperti Jelangkung pada awal tahun 2000-an.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePuncak kontroversi dalam perjalanan kariernya terjadi ketika ia mendirikan majalah Playboy Indonesia pada tahun 2006. Meskipun tidak menampilkan ketelanjangan, majalah tersebut memicu protes keras dari berbagai pihak hingga berujung pada proses hukum dan penahanan dirinya di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang.
Selama mendekam di dalam penjara, ia memanfaatkannya untuk menulis karya sastra berupa novel, salah satunya berjudul Rumah di Seribu Ombak. Karya tersebut kemudian diadaptasi ke layar lebar dan sukses mengantarkannya meraih nominasi sebagai Sutradara Terbaik pada ajang Festival Film Indonesia 2012.
Transformasi Menjadi Novelis dan Fokus Berkarya di Bali
Selepas bebas dari masa penahanan berkat putusan pengadilan yang menegaskan perlindungan terhadap kerja jurnalistik, ia memilih untuk menutup lembaran lamanya di dunia pers. Ia menilai dunia jurnalisme kontemporer tidak lagi menawarkan tantangan baru seperti masa lalu.
Bersama istrinya, Hevie Ursulla Arnada, ia kini menetap di Bali dan mendedikasikan waktu sepenuhnya untuk fokus mengembangkan karier sebagai seorang novelis profesional.
Kisah hidup serta pengalaman kontroversialnya selama memimpin majalah kontroversial tersebut juga diabadikan dalam sebuah buku biografi berjudul Rabbit In Prison yang diterbitkan pada tahun 2023.
Hingga kini, ia tercatat telah terlibat dalam pengerjaan belasan judul film layar lebar dan terus aktif melahirkan karya kreatif di industri hiburan serta perfilman Indonesia.