Dunia kehilangan salah satu tokoh pergerakan wanita paling berpengaruh abad ini. Sebagaimana diwartakan dalam laporan media, Gloria Steinem dikenang sebagai wajah utama dari gerakan feminisme gelombang kedua yang memadukan gagasan emansipasi dengan gaya khasnya.
Dalam catatan sejarah perjuangannya, Steinem mendirikan majalah Ms. pada tahun 1971 sebagai wadah untuk menyuarakan isu-isu krusial seperti kesetaraan upah, aborsi, hingga kekerasan terhadap perempuan. Semasa hidupnya, ia dikenal luas sebagai pengusaha perubahan sosial yang konsisten meruntuhkan batasan patriarki.
Meskipun tampil sebagai simbol publik yang vokal, Steinem menyimpan sisi kepribadian yang pemalu. Ciri khas penampilannya berupa kacamata besar dan rambut panjang ternyata sengaja digunakan untuk menutupi wajahnya dari sorotan berlebihan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerjalanan hidupnya tidak lepas dari berbagai tantangan dunia maskulin. Berdasarkan kisah yang dibagikannya, ia pernah menghadapi pandangan meremehkan dari kaum intelektual pria semasa mudanya di New York, yang semakin memantapkan tekadnya untuk melawan diskriminasi gender.
Warisan pemikiran Gloria Steinem terus hidup menginspirasi generasi penerus dalam memandang kebebasan, hak reproduksi, serta kemandirian perempuan secara utuh dan bermartabat.