Profil Jamaica Cafe sebagai grup vokal akapela legendaris asal Indonesia bermula dari sebuah kantin sekolah di Jakarta pada tahun 1991. Berawal dari keisihan sekelompok anak muda nongkrong sambil bersenandung musik reggae, mereka mengukuhkan diri menjadi grup musik vokal yang memanfaatkan keunikan suara mulut untuk menghasilkan irama harmonis.
Grup vokal ini beranggotakan enam orang personel dengan pembagian vokal dan keahlian bunyi yang beragam. Mereka terdiri dari Prihartono Anton Mirzaputra, Michael da Lopez, Hekko Wicaksono, Enriko Simangunsong, Pambudi Bayuseno, serta Jimmy yang kemudian posisinya diteruskan oleh personel lain dalam perjalanan karier mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerjalanan bermusik mereka dimulai secara profesional pada tahun 1996 setelah melalui berbagai pergantian konsep penampilan. Bermodalkan kreativitas tinggi dalam mengaransemen lagu dari berbagai genre mulai dari pop, rock, disko, hingga dangdut, mereka sukses mencuri perhatian penikmat musik tanah air.
Nama Jamaica Cafe dipilih bukan tanpa alasan, sebab kata tersebut merepresentasikan tempat nongkrong anak-anak kantin sekolah meskipun genre musik awal mereka tidak sepenuhnya beraliran reggae. Konsistensi dalam mengeksplorasi teknik vokal membuat mereka mampu bertahan menembus persaingan industri hiburan nasional.
Jejak Prestasi Internasional dan Konser Global Jamaica Cafe
Komitmen dalam menyajikan karya berkualitas membuahkan hasil manis ketika mereka meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia MURI sebagai grup musik mulut pertama di tanah air yang mengemas album perdana seluruhnya menggunakan bunyi mulut.
Sepanjang perjalanan kariernya, grup vokal ini aktif merilis karya album studio serta terlibat dalam berbagai proyek kolaborasi besar bersama musisi lintas negara. Kiprah gemilang tersebut menempatkan mereka sebagai salah satu ikon musik akapela paling berpengaruh di Indonesia.
Jejak prestasi internasional Jamaica Cafe terukir lewat berbagai penampilannya di panggung musik luar negeri, termasuk panggung megah Esplanade Concert Hall Singapura. Mereka tampil memukau membawakan tembang keroncong akapela serta membagikan ilmu teknik vokal melalui klinik musik bagi pelajar di sana.
Eksistensi mereka di kancah global semakin diakui ketika mendapat undangan khusus dari Min On untuk menggelar rangkaian konser di lima kota besar Jepang. Dalam lawatan tersebut, mereka membawakan lagu kenamaan lokal yang mendapat sambutan hangat dari penonton internasional.