Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu wilayah kabupaten yang terletak di bagian tengah Provinsi Jawa Tengah dengan pusat pemerintahan berada di Kecamatan Banjarnegara. Berdasarkan data pertengahan 2024, jumlah penduduk di wilayah yang memiliki luas 1.069.730 hektare ini mencapai 1.068.347 jiwa dengan tingkat kepadatan 951 jiwa per kilometer persegi.
Wilayah administratif ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang di sebelah utara, serta Kabupaten Wonosobo di sisi timur. Sementara itu, batas sebelah selatan adalah Kabupaten Kebumen, sedangkan bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalinggai.
Kondisi topografi daerah ini didominasi oleh perbukitan dan pegunungan, di mana lebih dari 65 persen wilayahnya berada di ketinggian antara 100 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut. Aliran Sungai Serayu yang melintas ke arah barat beserta anak-anak sungainya menjadi sumber pengairan utama bagi sektor pertanian setempat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSektor pendidikan di daerah ini didukung oleh fasilitas sekolah formal yang mencakup 867 satuan pendidikan tingkat dasar, 144 sekolah menengah pertama, serta puluhan sekolah menengah atas dan kejuruan. Selain itu, terdapat pula sejumlah perguruan tinggi yang turut menopang peningkatan kualitas sumber daya manusia di kabupaten tersebut.
Jejak Sejarah Penamaan dan Destinasi Wisata Banjarnegara
Jejak peradaban di wilayah ini sudah ada sejak abad ke-8 yang ditandai dengan keberadaan Percandian Dieng peninggalan Kerajaan Medang sebagai kompleks candi tertua milik suku Jawa. Istilah Banjarnegara sendiri berawal dari pemindahan ibu kota kabupaten ke selatan Sungai Serayu karena kendala luapan sungai, di mana kata "banjar" berarti sawah dan "negara" berarti kota.
Dalam perkembangan pemerintahannya, daerah ini kini dipimpin oleh Bupati Amalia Desiana bersama Wakil Bupati Wakhid Jumali untuk periode masa jabatan saat ini. Roda pemerintahan ditopang oleh pembagian wilayah yang terdiri dari 20 kecamatan, 12 kelurahan, serta 266 desa.
Potensi pariwisata menjadi salah satu daya tarik utama, terutama kawasan Objek Wisata Dataran Tinggi Dieng yang menawarkan keindahan alam vulkanik serta kekayaan situs sejarah. Selain itu, sektor perekonomian dan mobilitas masyarakat juga didukung oleh jalur transportasi darat lintas tengah Jawa yang menghubungkan berbagai kota besar.
Sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya dan keindahan alam, wilayah ini terus berbenah dalam penataan infrastruktur serta pelayanan publik. Identitas daerah semakin kuat dengan ditetapkannya lambang baru serta motto yang mencerminkan semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.