Maria Goreti, S.Sos., M.Si., yang akrab disapa Yeti, merupakan seorang politikus senior dan tokoh publik terkemuka yang berasal dari Provinsi Kalimantan Barat. Beliau telah mengabdikan diri sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sejak pemilu legislatif pertama kalinya di lembaga tersebut pada tahun 2004. Kehadirannya di kancah politik nasional menjadikannya salah satu representasi daerah paling konsisten yang bertahan lintas dekade di parlemen pusat.
Peran strategis beliau di tingkat nasional direalisasikan melalui tugas legislatif, fungsi pengawasan, serta penempatan posisinya dalam alat kelengkapan dewan. Sebagai wakil rakyat dari wilayah perbatasan, beliau secara aktif menyuarakan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat Kalimantan Barat guna mendorong pemerataan pembangunan yang berkeadilan. Perjuangan tersebut mencakup pengawalan terhadap kebijakan otonomi daerah, alokasi anggaran pusat dan daerah, serta penyelesaian berbagai persoalan lokal yang krusial.
Sebelum berkiprah secara penuh di dunia legislatif nasional, beliau membangun fondasi profesional yang kuat melalui dunia jurnalistik dan akademisi. Pengalaman empiris di akar rumput sebagai jurnalis media massa dan pengajar perguruan tinggi membentuk kepekaan sosial serta ketajamannya dalam membaca dinamika persoalan masyarakat. Latar belakang multisektor inilah yang kemudian memperkuat kapasitasnya dalam merumuskan gagasan serta memperjuangkan aspirasi daerah secara komprehensif.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeArtikel profil ini menguraikan secara mendalam rekam jejak kehidupan beliau, mulai dari latar belakang keluarga, pendidikan, awal mula karier profesional, hingga perjalanan panjang di panggung politik nasional. Pembahasan akan berfokus pada dinamika pencapaian elektoral serta kontribusi nyata beliau dalam mengawal kebijakan publik selama lima periode berturut-turut di Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia.
Latar Belakang dan Awal Karier
Maria Goreti lahir di Kampung Kebadu, Desa Paloan-Pahauman, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, pada tanggal 29 Februari 1972. Tumbuh dan besar di wilayah pedalaman Kalimantan Barat memberikan pemahaman mendalam bagi beliau mengenai realitas sosial, tantangan geografis, serta berbagai keterbatasan infrastruktur yang dihadapi masyarakat lokal. Akar kultural dan pengalaman masa kecil di daerah perbatasan tersebut membentuk kepedulian yang tinggi terhadap pentingnya pemerataan pembangunan di wilayah luar Pulau Jawa.
Riwayat pendidikan formal beliau ditempuh melalui jalur akademik yang berfokus pada ilmu sosial dan administrasi publik hingga meraih gelar Sarjana Sosial (S.Sos.) dan Magister Sains (M.Si.). Penguasaan ilmu sosial ini menjadi landasan teoretis yang kuat dalam memahami struktur birokrasi pemerintahan serta relasi kuasa antara pusat dan daerah. Bekas pendidikan tersebut kemudian diintegrasikan secara praktis ke dalam aktivitas profesional dan organisasi yang digelutinya sebelum memasuki dunia politik praktis.
Pada tahap awal kariernya sebelum terpilih sebagai senator, beliau aktif berkecimpung di dunia jurnalistik dan pendidikan tinggi. Beliau pernah mendedikasikan diri sebagai jurnalis di Majalah Kalimantan Barat Review, koresponden untuk Majalah Hidup, serta penulis lepas di harian nasional The Jakarta Post. Selain itu, beliau juga membagikan pengetahuannya dengan berkarier sebagai akademisi atau dosen di STIE-ABA Pontianak, yang semakin memperluas wawasan intelektual serta jaringan sosialnya di tingkat regional.
Transisi dari dunia akademis dan pers menuju panggung politik formal dimulai ketika beliau memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif independen. Keputusan ini didorong oleh keinginan kuat untuk menjembatani jurang aspirasi antara masyarakat daerah di Kalimantan Barat dengan para pembuat kebijakan di tingkat pusat. Pengalaman berinteraksi langsung dengan berbagai lapisan masyarakat melalui profesi sebelumnya menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam membangun kepercayaan publik secara luas.
Karier Politik dan Kontribusi di Parlemen
Perjalanan karier politik Maria Goreti di Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia mencatat rekor keterwakilan yang luar biasa dengan terpilih selama lima periode berturut-turut dari tahun 2004 hingga 2029. Pada Pemilu 2004, beliau memulai debut sebagai senator dengan perolehan 138.901 suara, menempati posisi kedua terbanyak di daerah pemilihan Kalimantan Barat. Dukungan publik tersebut terus meningkat secara signifikan pada pemilu-pemilu berikutnya, seperti raihan 157.915 suara pada 2009, 246.329 suara pada 2014, hingga kemenangan beruntun pada periode 2019-2024 dan 2024-2029.
Dalam struktur kelembagaan DPD RI, beliau aktif bertugas sebagai anggota Komite I yang membidangi urusan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan serta pemekaran wilayah, pertahanan, dan politik hukum. Melalui penempatan komite tersebut, beliau secara konsisten mengawal dan mendorong kebijakan percepatan pembangunan infrastruktur serta penataan wilayah otonom baru di Kalimantan Barat. Kehadiran beliau memastikan bahwa karakteristik khusus daerah perbatasan negara mendapatkan perhatian proporsional dalam setiap perumusan undang-undang.
Selain fokus pada otonomi daerah, beliau juga memberikan perhatian khusus pada isu-isu perlindungan hak asasi manusia, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak. Melalui mekanisme rapat kerja resmi serta dengar pendapat bersama instansi terkait, beliau aktif menginisiasi pengawasan ketat terhadap penegakan hukum dan perlindungan kelompok rentan di daerah pemilihannya. Atas dedikasi panjang dan kiprah inspiratifnya di bidang politik, beliau dianugerahi penghargaan dari Majalah Kartini pada tahun 2009 sebagai salah satu tokoh perempuan berprestasi.
Akumulasi masa bakti lintas dekade ini memberikan stabilitas representasi politik yang sangat krusial bagi Provinsi Kalimantan Barat di tingkat nasional. Keberlangsungan mandat yang panjang memungkinkan pengawalan program-program strategis daerah dapat berjalan secara berkesinambungan tanpa terputus oleh siklus pergantian jabatan yang singkat. Hingga saat ini, beliau tetap mendedikasikan diri sebagai salah satu tokoh senior parlemen yang memperjuangkan prinsip desentralisasi yang adil dan berkeadaban bagi seluruh rakyat Indonesia.