Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Mobutu Sese Seko, Diktator...
BERITA

Profil Mobutu Sese Seko, Diktator Zaire dan Jalur Kleptokrasi

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 9 Agustus 2026
Profil Mobutu Sese Seko mantan Presiden Zaire yang berkuasa selama 32 tahun

Profil Mobutu Sese Seko mantan Presiden Zaire yang berkuasa selama 32 tahun

Mobutu Sese Seko merupakan salah satu tokoh militer dan politik paling kontroversial dalam sejarah benua Afrika yang memimpin Republik Demokratik Kongo atau dahulu bernama Zaire selama lebih dari tiga dekade. Lahir dengan nama Joseph-Desire Mobutu di Lisala, Kongo Belgia, ia merintis karier di dunia militer sebelum akhirnya mendominasi panggung politik nasional melalui serangkaian kudeta strategis.

Perjalanan kekuasaan Mobutu dimulai ketika ia terlibat dalam pergerakan nasionalis pada tahun 1956 sebelum kemudian melakukan kudeta terhadap pemerintahan Patrice Lumumba. Posisinya semakin kokoh setelah ia kembali melancarkan kudeta terhadap Presiden Kasavubu pada tahun 1965, yang membawanya menduduki kursi kepresidenan hingga resmi terpilih pada tahun 1970.

Selama masa kepemimpinannya, Mobutu mencanangkan kebijakan autentisitas dengan mengganti nama negara menjadi Republik Zaire serta mengubah namanya sendiri menjadi Mobutu Sese Seko. Kebijakan ini juga diiringi nasionalisasi perusahaan Eropa, meski langkah tersebut justru berdampak buruk pada perekonomian negara hingga mengalami kelumpuhan dan penurunan drastis.

Memasuki era 1980-an, rezim Mobutu semakin lekat dengan praktik kleptokrasi dan nepotisme parah ketika kekayaan negara dikeruk untuk kepentingan pribadi. Di saat infrastruktur hancur dan rakyat hidup dalam kemiskinan ekstrem, ia justru menikmati gaya hidup mewah dengan mencarter pesawat Concorde dan mengoleksi mobil mewah.

Akhir Kekuasaan Mobutu Sese Seko di Zaire

Kekuasaan mutlak Mobutu Sese Seko mulai goyah ketika dekade 1990-an tiba, ditandai oleh perlawanan sengit dari kelompok oposisi domestik serta perburukan ekonomi yang tidak kunjung berdarah segar. Situasi ini diperparah oleh memburuknya kondisi kesehatan Mobutu yang memaksanya bolak-balik menjalani perawatan medis di Eropa.

Di tengah kelemahan rezim tersebut, kelompok Tutsi yang menjadi oposisi lama Mobutu mulai melancarkan serangan balasan dari wilayah timur Zaire. Perlawanan ini mendapatkan dukungan penuh dari Presiden Rwanda Paul Kagame sebagai reaksi atas kebijakan Mobutu yang sebelumnya memberi keleluasaan bagi etnis Hutu dalam konflik regional.

Koalisi kelompok pemberontak di bawah pimpinan Kelompok Pembebasan Demokrasi Kongo-Zaire akhirnya sukses mendobrak pertahanan dan menguasai ibu kota Kinshasa pada 16 Mei 1997. Laurent-Desire Kabila kemudian naik sebagai presiden baru dan mengembalikan nama negara menjadi Republik Demokratik Kongo.

Terdepak dari tampuk kekuasaan, Mobutu Sese Seko terpaksa mengungsi ke Togo sebelum akhirnya menetap di Rabat, Maroko. Tidak lama setelah kejatuhannya, ia meninggal dunia pada tahun 1997 akibat komplikasi penyakit kanker prostat di pengasingan.

Topics
mobutu sese seko zaire kongo sejarah kudeta afrika kleptokrasi politik
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.