Ninja Cilik Hattori adalah serial manga karya Fujiko Fujio A atau yang memiliki nama asli Motoo Abiko sebelum kemudian diadaptasi menjadi sebuah drama TV, serial anime, hingga permainan video. Kisah legendaris ini bermula dari petualangan seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dari Tokyo bernama Kenichi Mitsuba.
Kenichi dikenal sebagai anak tunggal yang kurang pintar serta pemalas dan tinggal bersama kedua orang tuanya di Tokyo. Ia kemudian berteman dengan seorang anak sepantaran dirinya yang merupakan ninja kecil dari perguruan di Iga bernama Kanzo Hattori.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLewat perjalanan menggunakan kereta api, Hattori kemudian menjadi bagian dari keluarga Mitsuba bersama saudaranya, Shinzo, serta anjing ninjanya, Shishimaru. Kehadiran Hattori memberikan warna baru dalam keseharian Kenichi dalam menghadapi berbagai masalah di sekolah maupun rumah.
Banyak bagian komik ini memiliki kemiripan dengan Doraemon dari segi tokoh, watak, hingga perannya. Hal tersebut wajar mengingat penulis utamanya merupakan rekan kerja dari pencipta Doraemon yaitu Hiroshi Fujimoto.
Adaptasi Anime dan Perjalanan Global Ninja Hattori
Selain itu, kisah Ninja Cilik Hattori juga terinspirasi dari sejarah Jepang masa lampau, khususnya keberadaan ninja serta persaingan antar aliran ninjutsu terkenal yaitu Iga ryu dan Koga ryu yang berbasis di Mie dan Shiga.
Komik karya Motoo Abiko ini pertama kali muncul pada periode 1964 hingga 1968 di majalah Shonen dan diterbitkan oleh Kobunsha. Seri keduanya menyusul terbit pada rentang tahun 1981 sampai 1988 melalui majalah anak CoroCoro Comic serta Televi Kun terbitan Shogakukan.
Popularitas Ninja Cilik Hattori kian meroket setelah diadopsi menjadi sejumlah serial animasi buatan Shin-Ei Animation di televisi Jepang. Versi pertama ditayangkan di TV Asahi pada 28 September 1981 hingga 25 Desember 1987 sebanyak 705 episode secara konsisten.
Di layar kaca Indonesia, petualangan Hattori dan Kenichi pernah ditayangkan oleh sejumlah stasiun televisi swasta nasional seperti RCTI dan Indosiar. Kehadiran sulih suara lokal membuat serial animasi ini sangat melekat di hati anak-anak era 90-an hingga awal 2000-an.