Rudy Mas'ud lahir di Balikpapan pada 7 Desember 1981 dan saat ini mengemban amanah sebagai Gubernur Kalimantan Timur periode 2025 hingga 2030. Sebelum memimpin provinsi tersebut, ia dikenal luas sebagai seorang politikus senior dari Partai Golkar serta pengusaha sukses yang berkecimpung di berbagai sektor industri.
Perjalanan pendidikan Rudy ditempuh mulai dari SD Negeri 008 Balikpapan, SMP Negeri 4 Samarinda, hingga SMA Negeri 2 Balikpapan. Ia kemudian melanjutkan studi S-1 Ekonomi Pembangunan, S-2, hingga meraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi di Universitas Mulawarman Samarinda.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebelum aktif di kancah politik nasional dan daerah, Rudy memimpin sejumlah perusahaan besar di bidang transportasi bahan bakar, galangan kapal, serta penyimpanan bahan bakar. Ia pernah menjabat posisi penting seperti Executive Chairman PT Barokah Bersaudara Perkasa.
Karier politiknya dimulai saat ia memimpin SOKSI Kalimantan Timur serta menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Timur. Pada Pemilu 2019, ia terpilih menjadi anggota DPR RI sebelum akhirnya memenangkan kontestasi Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur.
Rekam Jejak Politik dan Kontroversi Rudy Mas'ud
Kemenangan Rudy Mas'ud bersama wakilnya Seno Aji dalam Pilkada serentak membawa mereka memimpin Kalimantan Timur setelah melalui proses demokrasi yang ketat. Pasangan ini dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta.
Di balik perjalanan kariernya, kepemimpinan Rudy sempat diuji dengan beberapa catatan sorotan publik, termasuk polemik pengadaan kendaraan dinas gubernur yang sempat menuai kritik masyarakat sebelum akhirnya dibatalkan.
Selain itu, dinamika politik lokal juga diwarnai aksi unjuk rasa dari aliansi mahasiswa yang menuntut transparansi kebijakan serta optimalisasi pengawasan anggaran di lingkungan pemerintahan Provinsi Kalimantan Timur.
Terlepas dari berbagai tantangan tersebut, Rudy Mas'ud tetap fokus menjalankan roda pemerintahan daerah sekaligus meneruskan kiprahnya di bidang organisasi sosial dan pembinaan olahraga di Benua Etam.