Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Sjahrir, Ekonom Handal Pernah...
BERITA

Profil Sjahrir, Ekonom Handal Pernah Mendekam di Penjara Malari

By Bambang Prasetyo • 2 min read • 6 Agustus 2026
Ilustrasi potret profil ekonom dan politisi Indonesia Sjahrir

Ilustrasi potret profil ekonom dan politisi Indonesia Sjahrir

Profil Sjahrir mencerminkan perjalanan hidup seorang tokoh ekonom dan politisi Indonesia lahir pada 24 Februari 1945. Semasa hidupnya, ia dikenal publik sebagai intelektual tajam sekaligus aktivis berani menyuarakan kebenaran demi kepentingan masyarakat luas.

Berdasarkan penelusuran rekam jejak, Sjahrir merupakan anak tunggal pasangan Minangkabau asal Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat. Ayahnya bekerja sebagai pejabat pemerintah kolonial Belanda jebolan STOVIA, sementara ibunya merupakan pegawai Departemen Pendidikan lulusan Syracuse University.

Pendidikan dasarnya dimulai pada sekolah negeri di Jakarta serta sempat merasakan bangku pendidikan di Dalton Elementary School, Amsterdam. Ia kemudian melanjutkan studi ke Kolese Kanisius, tempat kecintaannya terhadap ilmu ekonomi mulai bersemi sebelum akhirnya diterima di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Perjalanan politik Sjahrir menemui ujian berat ketika ia aktif dalam kegiatan kemahasiswaan IMADA dan KAMI Jakarta. Pengaruh gerakan mahasiswa menentang investasi asing berujung pada peristiwa Malari tahun 1974, yang membuat dirinya harus mendekam di balik jeruji besi atas tuduhan subversi.

Meskipun sempat menghadapi hukuman penjara selama hampir empat tahun sebagai tahanan politik, kesempatan belajar Sjahrir tidak berhenti begitu saja. Sponsor beasiswanya dari Ford Foundation tetap memuluskan langkahnya merampungkan pendidikan tingkat magister hingga meraih gelar doktor dari Harvard University pada tahun 1983.

Kembalinya Sjahrir ke tanah air menandai babak baru pengabdiannya sebagai akademisi di Universitas Indonesia serta pendiri Institute for Economic and Financial Research. Tim redaksi mengamati bahwa kontribusi pemikiran ekonominya semakin diperhitungkan ketika ia mendirikan Partai Perhimpunan Indonesia Baru pada era reformasi.

Puncak karier birokrasinya tercatat ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantiknya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden membidangi urusan ekonomi pada 11 April 2007. Setelah berjuang melawan penyakit kanker paru-paru, Sjahrir menutup usia di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura pada 28 Juli 2008.

Topics
sjahrir ekonom politisi malari universitas indonesia harvard university dewan pertimbangan presiden tokoh
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.