One Piece Romance Dawn resmi dirilis untuk PlayStation Portable pada 20 Desember 2012 di Jepang dan Asia, kemudian menyusul versi Nintendo 3DS pada 8 Agustus 2013. Namun, sambutan dari para kritikus justru dingin karena banyaknya kekurangan dalam game RPG ini.
Metacritic mencatat skor agregat hanya 42 persen untuk One Piece Romance Dawn. Angka ini menunjukkan penerimaan buruk dari para jurnalis game, dengan berbagai kritik menyasar aspek gameplay, visual, dan penyajian cerita yang dianggap tidak sesuai dengan potensi waralaba One Piece.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeGame ini sebenarnya mengadaptasi paruh pertama kisah manga One Piece, mulai dari petualangan awal Luffy di East Blue hingga Pertempuran Marineford. Namun, sistem pertarungan bergilir (turn-based) dan mekanisme action command yang diterapkan dinilai tidak mampu menghadirkan pengalaman bermain yang memikat.
Pocket Gamerawarded it 4 out of 10, saying "It's really difficult to tell who One Piece: Romance Dawn will disappoint more: long-time fans of the franchise or newcomers." Sementara itu, Nintendo Life memberi skor 3 dari 10 dan menyebut game ini sulit dinikmati oleh siapa pun.
Skor Buruk dan Kritik Pedas dari Berbagai Media
IGN memberikan nilai 5,0 dari 10 dalam ulasan mereka. Jurnalis IGN menilai One Piece Romance Dawn terlalu berambisi menceritakan kisah bajak laut namun justru lebih baik pemain menonton animenya saja daripada memainkan game ini.
GamesRadar bahkan lebih keras dengan memberi 1,5 dari 5 bintang. Mereka mengkritik elemen RPG yang sangat minim serta desain lingkungan yang membosankan layaknya labirin tanpa kehidupan.
Destructoid memberi skor 4,5 dari 10 dan menyebutkan bahwa jika presentasi game ini tidak begitu buruk, Romance Dawn masih bisa menjadi pilihan hiburan bagi penggemar JRPG. Namun sayangnya, semua aspek visual dan teknis justru menjadi kelemahan terbesar.
Slant Magazine memberi penilaian paling rendah, yaitu 1 dari 5 bintang. Mereka menulis bahwa Namco Bandai menyajikan produk yang setengah matang, bahkan bisa membuat penggemar setia One Piece mempertanyakan kesetiaan mereka terhadap waralaba ini.