Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Sejarah Palingenetic...
BERITA

Sejarah Palingenetic Ultranationalism Konsep Inti Fasisme Menurut Roger Griffin

By Redaksi Kabayan News 3 min read 16 Agustus 2026
Ilustrasi konseptual yang menggambarkan palingenetic ultranationalism sebagai ideologi politik

Ilustrasi konseptual yang menggambarkan palingenetic ultranationalism sebagai ideologi politik

Palingenetic ultranationalism merupakan sebuah definisi akademik mengenai "fasisme sejati" yang diajukan oleh Roger Griffin, seorang teoritikus politik terkemuka asal Inggris. Istilah ini pertama kali ia perkenalkan dalam bukunya yang terbit pada tahun 1991, berjudul "The Nature of Fascism". Konsep ini berusaha membedah elemen-elemen paling mendasar yang membedakan fasisme dari ideologi otoriter lainnya.

Inti dari teori Griffin terletak pada keyakinannya bahwa fasisme didorong oleh sebuah mitos inti, yaitu kebutuhan akan revolusi sosial yang mendalam. Revolusi ini dipandang sebagai prasyarat mutlak sebelum sebuah bangsa dapat mengalami "kebangkitan kembali" atau palingenesis. Tanpa elemen kebangkitan yang transformatif ini, sebuah gerakan politik belum dapat diklasifikasikan sebagai fasisme yang sesungguhnya.

Griffin berpendapat bahwa sintesis unik antara palingenesis, populisme, dan ultranasionalisme adalah apa yang membedakan fasisme dari "para-fasisme" atau ideologi nasionalis otoriter lainnya. Ia menegaskan bahwa perpaduan ini adalah "minimum fasis", sebuah syarat batas di mana suatu ideologi bisa disebut sebagai fasisme sejati. Fasisme, menurut deskripsi Griffin, beroperasi pada "logika mitos yang menyimpang" tentang penghancuran sistem lama yang akan diikuti oleh bentuk kelahiran kembali politik.

Meskipun pandangan ini telah menjadi landasan penting dalam studi fasisme kontemporer, teori "fasisme sejati" Griffin merupakan pengembangan filosofis yang relatif baru. Konsep ini tidak secara eksplisit diuraikan dalam risalah-risalah politik fasis awal, seperti "Doktrin Fasisme" karya Benito Mussolini. Karya-karya awal tersebut memang menyebut fasisme sebagai sesuatu yang revolusioner, namun tidak serta-merta menjadikan revolusi sebagai satu-satunya prekursor yang mendefinisikan pergerakan mereka.

Asal-usul dan Perkembangan Konsep

Konsep palingenetic ultranationalism mulai mengemuka pada awal dekade 1990-an ketika Roger Griffin menerbitkan "The Nature of Fascism". Buku ini menawarkan sebuah kerangka kerja baru yang ambisius untuk memahami akar ideologis fasisme yang kerap disalahpahami. Griffin kemudian memperluas gagasannya ini dalam sebuah makalah yang dipresentasikan pada tahun 1994, semakin mengukuhkan posisinya dalam kajian studi fasisme.

Dalam merumuskan definisinya, Griffin mengamati bahwa gerakan-gerakan fasis menggunakan "mitos palingenetik" (mitos kelahiran kembali) sebagai alat utama untuk menarik simpati publik. Mitos ini sangat efektif dalam memikat massa pemilih yang telah kehilangan kepercayaan pada politik tradisional dan institusi agama. Dengan menjanjikan masa depan yang lebih cerah dan gemilang di bawah rezim fasis, mereka berhasil memobilisasi dukungan yang luas.

Griffin mencatat bahwa janji akan masa depan yang lebih baik bukanlah monopoli fasisme; banyak ideologi politik lain yang juga mengadopsi elemen palingenetik dalam program kampanye mereka. Namun, yang membedakan fasisme adalah radikalismenya. Gerakan radikal semacam ini mendambakan penggulingan total terhadap tatanan lama, yang mereka anggap telah menjadi dekaden, korup, dan tidak lagi mewakili kepentingan "rakyat biasa".

Untuk menghancurkan tatanan lama yang dianggap bobrok tersebut, fasisme meyakini perlunya sebuah perombakan yang kuat dan penuh energi. Proses penghancuran ini sering kali dibingkai sebagai sebuah revolusi atau perjuangan epik yang heroik dan mutlak diperlukan. Dengan membandingkan masa lalu yang suram dengan visi masa depan yang ideal, fasisme memproyeksikan dirinya sebagai agen kebangkitan sosial setelah periode panjang kemerosotan moral dan material.

Dampak dan Relevansi dalam Studi Politik

Salah satu sumbangsih terbesar konsep palingenetic ultranationalism adalah kemampuannya dalam memberikan batas yang jelas mengenai apa yang dimaksud dengan fasisme. Griffin menyoroti bahwa fasisme membedakan dirinya dari ideologi lain dengan menempatkan revolusi regeneratif sebagai pusat dari mitos pembentukannya. Tujuan utamanya adalah untuk menggantikan sistem politik yang menua, mediokritas, dan kelemahan nasional dengan nilai-nilai seperti kemudaan, kepahlawanan, dan kebesaran nasional yang baru.

Dalam utopia fasis yang digambarkan oleh mitos ini, munculnya seorang pemimpin besar (great leader) dianggap sebagai keniscayaan. Pemimpin ini diharapkan mampu melawan sisa-sisa perwakilan dari sistem lama dengan mendapat dukungan penuh dari akar rumput. Narasi ini menjanjikan tatanan dunia baru yang akan menggantikan dunia lama yang dianggap telah usang, menempatkan kekuasaan di tangan para individu luar biasa.

Visi ini juga membayangkan munculnya massa rakyat yang bersatu padu dengan satu tujuan tunggal: menciptakan masa depan baru mereka. Gerakan semacam ini menuntut pengikutnya untuk memiliki keyakinan tak terbatas pada tokoh pahlawan mitis yang mewakili segala nilai dan cita-cita pergerakan. Harapannya, di bawah bimbingan sang pemimpin, negara akan bangkit kembali dari kehancuran layaknya burung phoenix dari abu korupsi dan dekadensi.

Menariknya, konsep palingenesis tidak hanya terbatas pada studi fasisme klasik. Dalam perkembangannya, muncul gagasan seperti nasional-anarkisme pada tahun 1990-an, sebuah ideologi sinkretis yang dikembangkan oleh mantan penganut Posisi Ketiga. Mereka berupaya mengadaptasi konsep ini untuk mempromosikan bentuk "ultranasionalisme palingenetik tanpa negara", menunjukkan bagaimana ideologi ini dapat bertransformasi dan direinterpretasi dalam berbagai konteks politik modern.

Topics
politik fasisme ideologi sejarah politik roger griffin kebangkitan nasional ultranasionalisme
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.