Sejarah Partai Kuomintang berawal dari pergerakan revolusioner yang didirikan oleh Sun Yat-sen di Honolulu pada tahun 1894 untuk menggulingkan Dinasti Qing.
Partai ini kemudian memainkan peran krusial dalam Revolusi Xinhai tahun 1911 yang berujung pada pendirian Republik Tiongkok, sebelum akhirnya dipimpin oleh Chiang Kai-shek.
Di bawah kepemimpinan Chiang Kai-shek, Kuomintang berhasil menyatukan Tiongkok melalui Ekspedisi Utara dan menjadi partai penguasa tunggal dari tahun 1928 hingga 1949.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeNamun, konflik berkepanjangan dengan Partai Komunis Tiongkok memaksa Kuomintang mundur ke pulau Taiwan pada Desember 1949 dan memulai era pemerintahan darurat militer.
Transformasi Politik dan Demokrasi Kuomintang
Selama beberapa dekade di bawah darurat militer, Kuomintang memimpin pesatnya pembangunan ekonomi di Taiwan meskipun diwarnai pembatasan kebebasan sipil.
Perubahan besar terjadi pada akhir 1980-an ketika Chiang Ching-kuo mencabut status darurat militer serta membuka ruang bagi sistem multipartai.
Reformasi demokrasi tersebut dilanjutkan oleh Lee Teng-hui melalui pemilihan presiden langsung pertama, menandai babak baru kehidupan politik nasional.
Hingga saat ini, Kuomintang tetap menjadi salah satu kekuatan politik terbesar di Taiwan yang mengusung hubungan seimbang lintas selat.