Mengutip laporan Kabarsumbar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang secara berkala mengintensifkan kegiatan monitoring, evaluasi, dan pengaktifan sistem Early Warning System (EWS) guna memperkuat mitigasi bencana di wilayah setempat.
Sebagaimana diwartakan, langkah pengecekan menyeluruh terhadap modul suara dan sirene ini dilakukan berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor 800.1.11.1/52/SPT/BPBD-Pdg. Upaya tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh perangkat peringatan dini dalam kondisi prima dan siap menghadapi potensi ancaman bencana alam.
Berdasarkan laporan resmi dari hasil pengujian lapangan, sebanyak 32 unit EWS Tsunami dan 6 unit EWS Banjir terkonfirmasi aktif serta beroperasi dengan baik seratus persen.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menegaskan bahwa pengujian rutin ini memegang peranan krusial demi menjaga kesiapsiagaan peralatan serta keselamatan masyarakat secara menyeluruh. "Dari pengujian dan evaluasi yang kami lakukan hari ini, sebanyak 32 unit EWS Tsunami dan 6 unit EWS Banjir terkonfirmasi dalam kondisi aktif dan berfungsi dengan baik," ujar Hendri Zulviton.
Ia menambahkan, langkah pengujian berkala ini mencerminkan komitmen penuh instansinya dalam mengawal keselamatan warga. "Pengujian rutin ini merupakan komitmen BPBD Kota Padang untuk memastikan seluruh peralatan peringatan dini siap siaga demi keselamatan warga dari potensi ancaman bencana," tegasnya.
Adapun puluhan titik EWS Tsunami yang telah diuji tersebar di berbagai lokasi strategis, mulai dari kawasan permukiman warga, fasilitas pendidikan, rumah ibadah, fasilitas kesehatan, pelabuhan, hingga perkantoran pemerintah seperti Kantor Balaikota Air Pacah.
Sementara itu, pengujian enam unit EWS Banjir dipusatkan pada sejumlah titik rawan luapan air serta Daerah Aliran Sungai, di antaranya kawasan Perumahan Lumin Park, Gunung Nago, hingga wilayah Tabiang Banda Gadang.