Sinopsis film Is God Is menghadirkan kisah menegangkan aksi balas dendam saudari kembar korban luka bakar terhadap ayah kandung mereka yang kejam. Film bergenre dark comedy thriller ini diadaptasi dari pementasan sandiwara karya Aleshea Harris yang dirilis perdana pada Mei 2026.
Cerita bermula ketika saudari kembar bernama Racine dan Anaia mendatangi ibu mereka yang terbaring sekarat akibat luka bakar masa lalu. Sang ibu meminta kedua anaknya untuk mencari dan menghabisi ayah kandung mereka demi mendapatkan ketenangan sebelum ajal menjemput.
Perjalanan menuntut balas tersebut membawa Racine dan Anaia melintasi berbagai rintangan serta menghadapi rahasia kelam keluarga. Mereka harus berhadapan dengan kerabat serta orang-orang terdekat sang ayah sebelum akhirnya melancarkan eksekusi pembalasan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAksi pementasan layar lebar ini dibintangi oleh sederet aktor ternama seperti Kara Young, Mallori Johnson, hingga Sterling K. Brown. Film produksi Orion Pictures tersebut mendapatkan sambutan positif dari para kritikus dunia berkat gaya penyutradaraan yang memukau.
Penerimaan Kritikus dan Performa Box Office
Penerimaan kritikus terhadap film Is God Is terbilang sangat memuaskan sejak penayangan perdana di bioskop Amerika Serikat. Sebagian besar pengamat memuji ketajaman narasi serta kekuatan karakter yang dibangun secara apik oleh sang sutradara.
Situs ulasan Rotten Tomatoes mencatat skor tinggi dari ratusan kritikus profesional yang terpukau dengan eksekusi cerita bernuansa Southern Gothic tersebut. Para penonton juga memberikan apresiasi positif terhadap penampilan emosional para pemeran utama.
Kendati mendulang pujian kritikus internasional, performa komersial film ini di box office tergolong kurang memuaskan. Biaya produksi yang mencapai jutaan dolar belum sebanding dengan perolehan pendapatan global di bioskop.
Terlepas dari pencapaian komersial tersebut, karya debut penyutradaraan fitur ini tetap dianggap sebagai salah satu rilisan sinema paling berani tahun ini. Musik latar garapan Moses Sumney dan Joseph Shirley turut memperkuat atmosfer kelam sepanjang durasi film.