The Monkey merupakan film horor komedi supernatural yang dirilis di bioskop Amerika Serikat pada 21 Februari 2025. Diangkat dari cerita pendek karya Stephen King tahun 1980, film ini disutradarai dan ditulis oleh Osgood Perkins dengan menghadirkan deretan aktor papan atas seperti Theo James dalam peran ganda sebagai saudara kembar.
Cerita bermula ketika dua saudara kembar, Hal dan Bill, menemukan kembali mainan masa kecil berupa boneka monyet pemukul drum milik ayah mereka. Tanpa disadari, memutar kunci boneka tersebut memicu serangkaian kematian mengerikan dan acak di sekitar orang-orang yang mereka kenal.
Dalam perjalanannya, hubungan kedua bersaudara ini merenggang akibat trauma masa lalu setelah ibu mereka tewas secara mengenaskan. Puluhan tahun kemudian, mereka harus kembali berurusan dengan kutukan boneka tersebut ketika kekacauan mematikan kembali melanda kota tempat tinggal mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDisutradarai dengan pendekatan komedi gelap yang penuh darah, film ini berhasil mencuri perhatian penonton global. Selain menyuguhkan ketegangan khas cerita Stephen King, film ini sukses meraup pendapatan box office yang mengesankan di tengah ulasan positif para kritikus.
Produksi dan Respon Penonton Terhadap Film The Monkey
Proses produksi film The Monkey dimulai di Vancouver dari Februari hingga Maret 2024 setelah sempat tertunda oleh perselisihan buruh Hollywood. Sutradara Osgood Perkins melakukan beberapa perubahan kreatif dari cerita asli Stephen King, termasuk mengganti boneka simbal dengan boneka drum.
Keputusan tersebut diambil karena masalah hak cipta penggunaan mainan versi simbal. Selain itu, Perkins sengaja menyisipkan elemen komedi gelap yang ekstrem untuk menyoroti absurditas dan keacakan kematian dalam naskah yang digarapnya.
Dari sisi komersial, film ini didistribusikan oleh Neon dan mencatatkan pencapaian fantastis dengan total pendapatan box office global mencapai USD 68,9 juta. Angka ini melampaui ekspektasi awal mengingat anggaran produksi film yang relatif kecil.
Respon dari kritikus pun tergolong positif, dengan banyak pihak memuji keberanian sutradara dalam meramu kisah horor berbalut humor hitam. Penulis aslinya, Stephen King, bahkan turut melontarkan pujian dan menyebut film ini sebagai karya yang sangat luar biasa gila.