Ikan lionfish invasif kini mulai diolah menjadi menu makanan lezat di perairan Siprus sebagai bagian dari langkah adaptasi menghadapi perubahan iklim yang melanda Laut Mediterania.
Para peneliti bersama nelayan lokal bekerja sama menangkap spesies asing tersebut, membersihkan duri beracunnya, lalu memasarkannya sebagai pilihan hidangan seafood berkualitas tinggi.
Berdasarkan data riset Cyprus Academy of Sciences, Letters and Arts, Laut Mediterania mencatat kehadiran satu spesies non-pribumi baru setiap dua pekan terakhir.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePeningkatan suhu air laut serta jalur Terusan Suez menjadi pemicu utama masuknya berbagai jenis biota tropis dari Laut Merah ke kawasan perairan Eropa.
Dampak Spesies Asing dan Inovasi Pemanfaatan
Kehadiran spesies invasif seperti kelinci laut dan ikan buntal toksik terbukti mengancam kelestarian keanekaragaman hayati serta perekonomian masyarakat pesisir.
Ilmuwan kelautan Periklis Kleitou menyebutkan bahwa perubahan ekosistem tersebut berlangsung sangat drastis sejak tahun 2000 dan merusak hasil tangkapan nelayan lokal.
Sebagai solusi penanggulangan, otoritas setempat menghadirkan perangkap khusus selektif serta insentif finansial bagi nelayan guna menekan populasi hewan pengganggu.
Sejumlah koki profesional di Siprus mulai meracik daging ikan lionfish agar masyarakat semakin terbiasa menikmati bahan pangan alternatif dari laut.