Berdasarkan laporan media CartaCapital, Kejaksaan Agung Sao Paulo (MP-SP) resmi melancarkan operasi besar-besaran untuk membongkar jaringan korupsi dan pencucian uang yang beroperasi di dalam tubuh Sekretariat Keuangan dan Perencanaan Negara Bagian Sao Paulo. Aparat penegak hukum bergerak cepat dengan menangkap dua tersangka utama serta melaksanakan 47 surat perintah penggeledahan dan penyitaan di berbagai lokasi strategis.
Operasi penegakan hukum tersebut menjangkau sejumlah wilayah penting termasuk ibu kota Sao Paulo, kawasan metropolitan Grande Sao Paulo, wilayah interior negara bagian, hingga merambah ke wilayah Mato Grosso do Sul. Selain penangkapan, pengadilan setempat juga menjatuhkan sanksi administratif berupa pencabutan paspor, larangan meninggalkan negeri, serta pembebastugasan terhadap enam orang yang diduga terlibat kuat dalam pusaran kasus ini.
Mengutip laporan CartaCapital, pengungkapan kasus ini merupakan pengembangan lanjutan dari Operasi Icaro yang sebelumnya telah dimulai sejak bulan Agustus 2025. Penyelidikan mendalam menunjukkan adanya sindikat terorganisasi yang mengubah prosedur perpajakan legal menjadi pasar gelap komersial, di mana para pelaku memperjualbelikan kredit pajak serta mematok imbalan ilegal berkisar antara 1 hingga 10 persen dari nilai total.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSindikat tersebut diduga membagi strukturnya menjadi dua bagian utama, yaitu lingkaran internal pejabat publik dan lingkaran eksternal pihak swasta. Perantara swasta bertugas mendekati wajib pajak besar dan menawarkan kemudahan pengurusan administrasi, sementara oknum pejabat publik di dalam instansi memanfaatkan posisinya untuk memperlancar proses birokrasi dan pengawasan fiskal.
Salah satu tokoh penting yang ditangkap dalam penggerebekan tersebut adalah Andre Weiss, yang menjabat sebagai mantan Direktur Jenderal Administrasi Pajak Sao Paulo hingga bulan Mei lalu. Pihak kejaksaan meyakini bahwa Andre Weiss bertindak sebagai otak penggerak dari kubu pejabat publik, sementara seorang pengacara bernama Joao Andre Buttini de Moraes dituduh memimpin jaringan dari pihak swasta.
Sebagaimana diwartakan oleh CartaCapital, jejaring rasuah ini diduga melibatkan berbagai tingkatan hierarki administrasi perpajakan daerah. Penyelidikan semakin diperkuat berkat adanya kesaksian dari proses kolaborasi hukum serta bukti penunjang berupa dokumen catatan tangan pembagian dana, analisis data perbankan, hingga laporan intelijen keuangan resmi.