Struktur unik bersisi sepuluh yang ditemukan di atmosfer planet Saturnus berhasil memukau para ilmuwan setelah terungkap melalui pengamatan teleskop dan data astronom amatir. Berdasarkan laporan yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances, struktur berbentuk poligon decagon ini terletak di wilayah kutub selatan planet raksasa gas tersebut.
Pengamatan mendalam dilakukan menggunakan Teleskop Luar Angkasa Hubble, tangkapan gambar dari para astronom amatir, serta analisis dari ilmuwan University of Leicester. Penemuan ini menambah daftar panjang teka-teki fenomena atmosfer di tata surya kita setelah sebelumnya kutub utara Saturnus dikenal memiliki gelombang heksagon.
Wahana antariksa Voyager 1 dan Voyager 2 pertama kali merekam gelombang heksagon di kutub utara Saturnus pada tahun 1980 dan 1981. Bentuk geometris tersebut terbukti bertahan hingga lebih dari satu tahun Saturnus atau setara dengan sekitar 30 tahun Bumi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun distribusi angin dan dinamika atmosfer di kedua belahan planet tampak simetris, ilmuwan sebelumnya tidak pernah mendapati struktur serupa di belahan bumi selatan planet tersebut. Perubahan sudut pandang dari Bumi antara tahun 2023 hingga 2025 memungkinkan para peneliti melihat wilayah selatan yang sebelumnya tertutup kegelapan musim dingin panjang.
Profesor Leigh Fletcher dari School of Physics and Astronomy di University of Leicester menyatakan bahwa Saturnus masih menyimpan banyak kejutan bagi dunia sains. "Sesuatu telah berubah secara nyata selama musim dingin panjang ketika kita tidak melihatnya, menghadirkan fitur baru yang menakjubkan di sekitar Kutub Selatan," ujarnya.
Sementara itu, penulis utama penelitian Agustín Sánchez-Lavega dari Universidad del País Vasco EHU menyebutkan bahwa temuan ini memicu pertanyaan mendasar terkait dinamika atmosfer planet raksasa. Pengamatan lanjutan terus dilakukan untuk memahami durasi bertahan struktur decagon baru ini serta kaitannya dengan fenomena badai di planet lain.