Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Studi Baru Ungkap Kondisi Genetik...
BERITA

Studi Baru Ungkap Kondisi Genetik Kucing Bergigi Pedang Sebelum Punah

By Redaksi Kabayan News 3 min read 16 Agustus 2026
Fosil kerangka Smilodon fatalis di museum dengan latar belakang tengkorak

Fosil kerangka Smilodon fatalis di museum dengan latar belakang tengkorak

Kucing bergigi pedang purba ternyata mengalami masalah kesehatan serius akibat perkawinan sedarah dan kelainan genetik sebelum akhirnya punah ribuan tahun lalu. Spesies predator puncak bernama ilmiah Smilodon fatalis tersebut dulunya dikenal sebagai pemburu mematikan dengan bobot mencapai 270 kilogram.

Berdasarkan studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Veterinary Science, para peneliti menemukan bukti bahwa predator perkasa ini menderita malformasi tulang belakang serta penyakit kronis menjelang akhir Zaman Es sekitar 12.000 tahun silam.

Tim peneliti menggunakan metode optik dan pemindaian computed tomography untuk memeriksa lebih dari 3.700 tulang belakang dari setidaknya 849 individu Smilodon fatalis. Fosil-fosil tersebut terawetkan dengan baik di situs endapan aspal La Brea Tar Pits di Los Angeles, Amerika Serikat.

Hasil analisis tulang belakang menunjukkan adanya lebih dari 200 kelainan kongenital, hampir 50 ruas tulang yang menyatu, pertumbuhan tulang abnormal, hingga indikasi tumor saraf tulang belakang. Prevalensi tumor tersebut diperkirakan jauh melampaui tingkat kejadian pada manusia.

Pelajaran Penting Kepunahan Massal Satwa Purba

Kondisi fisik yang melemah akibat cacat bawaan ini diyakini membuat mereka kesulitan berburu mangsa. Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa banyak individu Smilodon terjebak di dalam kubangan aspal maut saat mencoba memangsa hewan herbivora.

Dampak dari kelainan bawaan dan tumor saraf tersebut sangat fatal bagi kelangsungan hidup populasi karnivora di alam liar. Nyeri kronis, pengecilan otot, serta kepincangan membuat kemampuan berburu mereka menurun drastis dalam menghadapi masa-masa sulit.

Meskipun skenario perkawinan sedarah sulit dibuktikan secara mutlak tanpa analisis DNA karena tidak adanya jaringan lunak yang tersimpan pada fosil, temuan kerangka memberikan petunjuk yang sangat kuat.

Penurunan populasi yang drastis pada akhir kala Pleistosen memicu peningkatan perkawinan sedarah pada berbagai mamalia besar. Fenomena serupa juga ditemukan pada analisis DNA fosil mammoth yang terawetkan di permafrost sebelum kepunahan mereka.

Para peneliti menyimpulkan bahwa permasalahan genetik akibat penurunan jumlah populasi menjadi ancaman nyata bagi eksistensi berbagai spesies purba di masa lampau.

Pola ancaman serupa kini juga membayangi berbagai satwa modern di tengah tekanan perubahan iklim, perusakan lingkungan, serta hilangnya habitat alami di seluruh dunia.

Topics
smilodon fatalis kucing bergigi pedang kepunahan zaman es fosil genetika sains hewan purba
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.