PT Global Informasi Bermutu atau yang kini dikenal luas sebagai GTV mempunyai perjalanan panjang dalam industri penyiaran televisi swasta nasional di Indonesia. Lahir pada akhir dekade sembilan puluhan, stasiun televisi ini melewati berbagai fase perubahan format siaran sebelum akhirnya memantapkan posisi sebagai salah satu penyedia tayangan hiburan keluarga dan anak muda yang paling diperhitungkan.
Bermula dari gagasan awal untuk mendirikan media berbasis syiar Islam dan pendidikan, kepemilikan stasiun televisi ini kemudian beralih ke tangan Bimantara Citra atau yang sekarang dikenal sebagai PT Media Nusantara Citra Tbk pada tahun 2001. Masuknya kelompok media besar tersebut membawa angin segar sekaligus perombakan besar pada arah penyiaran dan jajaran manajemen di dalam perusahaan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePada masa awal operasionalnya, stasiun televisi ini sempat menjadi kiblat bagi anak muda Indonesia lewat kerja sama strategis bersama MTV Asia. Penayangan program musik populer secara non-stop menjadikan saluran tersebut sangat ikonis di kalangan remaja sebelum akhirnya perlahan bergeser menghadirkan ragam program hiburan umum dan serial animasi keluarga.
Perubahan identitas kembali terjadi seiring berjalannya waktu ketika manajemen memutuskan untuk melakukan rebranding total pada tahun 2017. Langkah strategis tersebut berhasil membawa stasiun televisi ini menemukan kembali bentuk permainan program terbaiknya melalui deretan acara realitas, kuis interaktif, serta tayangan animasi yang konsisten merebut hati pemirsa setia di tanah air.
Dinamika Program Acara Serta Era Baru GTV
Keputusan manajemen untuk melepaskan program musik dan beralih ke hiburan umum membuka jalan bagi masuknya berbagai tayangan ikonik dari rumah produksi global maupun lokal. Salah satu tonggak sejarah penting adalah kerja sama dengan jaringan Nickelodeon yang menghadirkan serial animasi legendaris seperti SpongeBob SquarePants ke layar kaca pemirsa Indonesia.
Berbagai program in-house komedi situasi serta sinetron populer juga pernah mewarnai perjalanan layar kaca saluran ini dalam mengisi kekosongan tren penonton televisi nasional. Walaupun sempat mencoba beraneka ragam genre mulai dari drama asing hingga sinetron lokal, komitmen terhadap penayangan film layar lebar dan kartun anak tetap dipertahankan secara konsisten.
Memasuki dekade berikutnya, babak baru penyiaran dimulai ketika manajemen resmi mengganti nama merek dan logo menjadi GTV bertepatan dengan perayaan hari jadi pada bulan Oktober 2017. Transformasi visual ini juga dibarengi dengan perombakan total strategi pemrograman yang lebih berfokus pada format acara realitas sosial, kuis berhadiah, dan varietas.
Deretan program unggulan seperti Uang Kaget, Bedah Rumah, hingga Super Deal Indonesia sukses mendongkrak kembali popularitas saluran ini di tengah ketatnya persaingan industri media modern. Hingga saat ini, GTV tetap eksis menyapa pemirsa setia dengan menyuguhkan tontonan kreatif yang menghibur serta relevan dengan dinamika masyarakat perkotaan.