Media sosial kini tengah digandrungi oleh tren gaya hidup "granola girl" yang menampilkan kebebasan dan kecintaan terhadap lingkungan melalui berbagai petualangan di alam terbuka. Berdasarkan laporan media internasional, tagar tren ini bahkan telah ditonton hingga miliaran kali di platform TikTok dan berhasil menarik minat generasi muda untuk mulai aktif menjelajahi alam.
Namun, di balik estetika video yang memukau dan tampak mudah ditiru, para ahli melayangkan peringatan serius. Mengutip laporan The New Daily, seorang pendiri kelompok petualangan khusus wanita Wild Women On Top, Di Westaway, menyatakan bahwa tren tersebut berpotensi menciptakan representasi palsu yang menutupi berbagai kesulitan dan bahaya nyata di jalur pendakian.
Peringatan tersebut muncul menyusul insiden penyelamatan dramatis yang melibatkan empat pendaki dalam kurun waktu 24 jam di kawasan Tallebudgera Valley, hinterland Gold Coast. Berdasarkan laporan Queensland Police, dua wanita muda sempat terjebak di Gunung Cougal sebelum akhirnya berhasil dievakuasi menggunakan helikopter penyelamat setelah sempat terkendala oleh medan terjal dan cuaca gelap.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTidak lama setelah kejadian pertama, tim penyelamat darurat kembali harus mengevakuasi sepasang pendaki lain yang mengalami cedera dan terdampar di Gunung Bally. Menurut keterangan Superintendent Brett Jackson, para korban cedera ringan tersebut berhasil ditarik ke udara menggunakan helikopter Rescue 500 sebelum dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Menanggapi rentetan insiden menegangkan tersebut, Di Westaway menegaskan bahwa alam liar Australia memiliki karakteristik yang sangat terpencil dan mudah membuat pendaki tersesat. Menurut laporan yang sama, ia mengingatkan masyarakat agar tidak terkecoh dengan pemandangan indah di layar ponsel pintar yang sering kali membuat pendaki mengabaikan aspek keselamatan dasar.
Meskipun demikian, pihak pengamat tidak ingin tren positif ini membuat masyarakat takut untuk menikmati keindahan alam demi kesehatan mental dan fisik. Sebagaimana diwartakan, para pendaki diimbau untuk senantiasa melakukan persiapan matang, memahami batas kemampuan fisik, serta memanfaatkan berbagai panduan keselamatan resmi yang telah disediakan oleh instansi pariwisata setempat.