Happy Raj menjadi salah satu film India terbaru yang menarik perhatian publik pada 2026. Film Tamil bergenre komedi romantis ini ditulis sekaligus disutradarai oleh debutan Maria Raja Elanchezian dan diproduksi oleh Beyond Pictures.
Cerita film ini menyoroti kehidupan karakter bernama Kathamuthu dan putranya, Happy, yang terjebak dalam konflik antargenerasi dan benturan budaya. Kehadiran aktor populer Abbas dalam film ini sempat dinantikan penggemar sebagai momen comeback setelah sekian lama vakum dari dunia akting.
Meski membawa premis yang tampak segar, perjalanan film ini di layar lebar tidak berjalan mulus. Berbagai ulasan dari kritikus film memberikan catatan tajam terkait eksekusi naskah serta konflik yang dianggap kurang mendalam oleh penonton.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeFilm yang tayang perdana pada 27 Maret 2026 ini kini sudah tersedia di platform streaming Amazon Prime Video bagi penggemar yang ingin menyaksikannya langsung. Namun, respons yang beragam dari pengamat film membuat karya ini menjadi sorotan tersendiri di industri perfilman Tamil tahun ini.
Dihujani Kritik Pedas dan Isu Hak Cipta Musik
Penilaian negatif datang dari berbagai media, termasuk The Hindu yang menyebut upaya film ini untuk membangun narasi penebusan terasa tidak tulus. Begitu pula dengan OTTPlay yang memberikan skor rendah, menganggap film tersebut penuh dengan konsep yang membingungkan.
Selain permasalahan naskah, Happy Raj sempat tersandung masalah hukum terkait hak cipta musik. Komposer legendaris Ilaiyaraaja melayangkan somasi hukum terkait penggunaan lagu "Podhuvaga En Manasu Thangam" yang akhirnya membuat lagu tersebut terpaksa dihapus dari film.
Di sisi lain, tidak semua ulasan bernada negatif. Media lokal seperti Dina Thanthi memberikan apresiasi pada performa para aktor, sinematografi, dan musik gubahan Justin Prabhakaran, meski tetap mengkritik alur cerita di paruh pertama film.
Secara keseluruhan, Happy Raj menjadi gambaran bagaimana sebuah karya film dengan deretan aktor mumpuni tetap berisiko mendapatkan respons kurang baik jika penyampaian ceritanya tidak dieksekusi dengan matang di mata penonton dan kritikus.